oleh

MPLS SMA Islam Ahmad Yani Batang, Jadi Ajang Edukasi Reproduksi Remaja

-Batang-56 views

Saat kegiatan MPLS SMA Islam Ahmad Yani Batang (ft Mit)

METROPOS.ID II BATANG – MPLS atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah digelar di SMA Islam Ahmad Yani Batang sejak Senin hingga Rabu 22 – 24 Juli 2024. MPLS ini diperlukan dalam rangka penerimaan siswa baru di sekolah, untuk mendukung proses pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

MPLS adalah kegiatan pertama masuk sekolah untuk pengenalan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri, dan pembinaan awal kultur (budaya) sekolah.

Kepala SMA Islam Ahmad Yani Batang, Agung Prayogi dalam upacara pembukaan menyampaikan, MPLS tidak boleh menjadi ajang bully ataupun perundungan, bahkan perploncoan. MPLS harus bersifat mendidik dan menyenangkan dalam mengenalkan lingkungan sekolah.

“Pelaksanaan MPLS bagi siswa baru dilakukan dalam bentuk kegiatan yang bersifat edukatif, menarik, dan kreatif untuk mewujudkan sekolah sebagai taman belajar yang nyaman bagi mereka,” ujarnya.

MPLS kali ini dimanfaatkan juga untuk pembekalan informasi tentang kesehatan, dengan materi Kesehatan Reproduksi Remaja dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Perlindungan Perempuan dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kab. Batang.

Retno Nendra selaku Fungsional Penata KKB dalam materinya mengatakan pentingnya siswa – siswi mengetahui perubahan yang terjadi pada fisik ketika memasuki masa pubertas, dan juga penting untuk siswa – siswi diberikan edukasi tentang bahaya pergaulan bebas yang bisa berujung pada HIV Aids.

“Siswa – siswi harus tau apa saja perkembangan yang ada pada fisik ketika memasuki masa remaja, dan kalian harus bisa menjaganya agar tidak terjadi apa yang tidak diinginkan, apalagi sekarang sangat rawan adanya pergaulan bebas yang nantinya akan merugikan adik-adik semua,” katanya.

Sementara itu Koordinator MPLS yang juga aktivis HIV Aids, Muhammad Afif berharap dengan adanya kegiatan seperti ini, edukasi tentang pendidikan reproduksi tidak lagi dianggap hal yang tabu karena sangat penting bagi remaja untuk mengetahuinya.

“Kedepan harapannya edukasi berkaitan dengan reproduksi bisa digelar rutin untuk memberikan pengetahuan tentang alat reproduksi dan pentingnya menjaga diri dari hal-hal yang dapat merugikan, termasuk pergaulan bebas yang salah satunya dapat berujung pada HIV Aids,” pungkasnya. (Mit/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed