METROPOS.ID || KAB. PEKALONGAN – Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Wonokerto, Kab. Pekalongan, Jawa Tengah diduga kuat melakukan intimidasi dan penghinaan terhadap profesi wartawan, hal ini terjadi di Balai Desa Wonokerto Wetan Kamis (24/4/2025).
Wartawan media online & cetak metropos.id yang akrab di sapa Kermit, membuat janji dengan kepala Desa Wonokerto Wetan, Aziz Nadzir, untuk melakukan liputan tentang makan siang gratis di desa tersebut. Setelah bertemu dengan kepala desa dia menghubungi temannya wartawan MCN TV, Suryo Sukarno melalui telephon dan menyampaikan ada liputan menarik di Desa Wonokerto Wetan. Karena tertarik dengan liputan yang terbilang unik didesa tersebut, Suryo pun datang ke balai desa.
Liputan berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala, sampai pukul 11.30 WIB datang seorang pria masuk ke dalam balai desa, saat itu dua orang wartawan dan kepala desa sedang berbincang di kursi tamu, dan tanpa basa-basi pria yang belakangan di ketahui sebagai Sekcam Wonokerto melontarkan kata-kata kasar, “Kae sampah nang Kali Pencongan di fotoni trus di upload ning Pekalongan Info, moto kok sampah koyo kurang kerjaan,” tukasnya kasar. (Itu sampah di Sungai Pencongan di foto lalu upload ke Pekalongan Info, sampah kok di foto kaya gak punya pekerjaan ).
Kedua wartawan itu menanggapi dengan santai karena dianggap sebagai sebuah gurauan saja. Namun saat kedua awak media sedang mengambil gambar, perangkat yang sedang membakar ikan di samping balai desa untuk menu makan siang pria itu berkata lagi, “Iwak koyo kui di shooting, percuma ora ono duite, sampah bae di foto ben entuk duit, (ikan kaya gitu di shooting, percuma tidak ada uangnya, ambil gambar sampah saja, lalu di upload di Facebook biar dapat uang), ” tukasnya lagi dengan nada tinggi dan kasar.
Mendengar kata-kata itu Suryo Sukarno wartawan MNC TV masih menanggapi dengan santai,
“Kalau yang darurat sampah itu Kota Pekalongan, kalau di Kabupaten Insya Allah masih aman,” ucapnya santai.
Namun pria itu menjawab dengan ketus, “Buktine kae sampah diupload ning Facebook. aku sing repot sing ngurusi sampah,” ucapnya masih dengan nada tinggi, padahal disitu ada sejumlah perangkat sedang menyiapkan untuk menu makan siang.
Akhirnya Suryono pun bertanya kepada pria itu, “Bapak ini siapa? baru pertama ketemu kok nuduh saya! anda kenal saya tidak?” ujar Suryo. “Saya tahu yang upload di Face itu Kermit, harusnya kan konfirmasi dulu ke pihak terkait,” ujarnya.
Namun saat di tanya lebih lanjut pria itu mengatakan dia hanya warga biasa dan bukan ASN. Tidak mau berkonflik lebih lanjut karena menghargai kepala desa sebagai tuan ruman, dua wartawan itu memilih menghindar dan melanjutkan berbincang dengan kepala desa. Belakang di ketahui pria bernama Nuryadi dan merupakan Sekcam Wonokerto.
Dikonfirmasi lewat ponselnya Camat Wonokerto Abdul Qoyum membenarkan bahwa pria itu adalah Sekcamnya, “dia memang sekcam saya dulu menjabat di Perkim yang mengurusi sampah, itu hanya salah paham saja nanti coba saya tegur yang bersangkutan,” jawabnya. (Red).
Namun sampai berita ini di rilis tidak ada upaya meminta maaf dari oknum Sekcam tersebut.











Komentar