Foto : Hairi Mohd Yakzan, Direktur Tourism Malaysia di Jakarta, memukul gong menandai dibukanya “Malaysia Tourism Showcase B2B (MATAS) Roadshow” di Kota Semarang.(ft.had).
METROPOS.ID || SEMARANG – Malaysia kembali menggencarkan promosi pariwisatanya dengan menggelar Roadshow di Kota Semarang melalui program “Malaysia Tourism Showcase B2B (MATAS) Roadshow” bertempat di Merapi Ballroom Lt. Lobby Hotel Novotel Jl. Pemuda No. 123, Kota Semarang, Kamis (8/5/2025).
Program ini diselenggarakan melalui kerjasama strategis antara Tourism Malaysia dan Fursan Global, dengan tujuan bisnis antara pelaku industri pariwisata Malaysia dan Indonesia.
Kota Semarang menjadi target roadshow kedua setelah sebelumnya digelar di Cirebon pada 6 Mei 2025. Lebih dari 10 pelaku industri pariwisata dari Malaysia turut ambil bagian dalam roadshow ini, termasuk perwakilan dari hotel, destinasi wisata dan land operator.
Dalam rangkaian kegiatan ini, para peserta akan mengikuti sesi product presentation dan business to business (B2B) untuk memperkenalkan produk dan layanan wisata Malaysia terkini kepada para pelaku industri pariwisata di Indonesia, khususnya di Kota Semarang.
Direktur Tourism Malaysia di Jakarta, Hairi Mohd Yakzan, kepada awak media termasuk metropos.id mengatakan, Jawa Tengah merupakan pasaran yang berkontribusi besar bagi pelancong (pelawat) dari Indonesia. Hal tersebut didukung adanya kebijakan dari Menteri Perhubungan yang akan dibukanya kembali Bandara International Ahmad Yani Semarang.
“Jadi kami berharap bandara Kota Semarang ini kembali seperti sebelum Covid, dimana sebelumnya Semarang ini ada 7 kali penerbangan dalam seminggu. Dengan hal ini kami berharap maskapai akan menyambut dengan segera membuka rute penerbangan baru langsung dari Semarang ke Malaysia,” ujar Hairi pada sesi doorstop dengan awak media.
Adapun target kunjungan wisata ke Malaysia ditahun 2025 diharapkan oleh Hairi semakin meningkat dengan terget 4,3 juta pelancong dari Indonesia ke Malaysia. Dibandingkan tahun sebelumnya 2024 kunjungan wisata dari Indonesia ke Malaysia sebanyak 4,1 juta. Sedangkan target kedepan di tahun 2026 target sasaran menjadi 4,7 juta.
Destinasi utama yang menjadi primadona wisata Malaysia yang sering menjadi jujugan wisatawan Indonesia diantaranya Kualalumpur, Genting dan Malaka.
“Sekarang kita membuka peluang tempat-tempat wisata yang baru yang kita promosikan, terutamanya di sebelah utara Malaysia, Negeri Perak, Pulau Pinang, Kedah dan Perlis,” jelas Hairi.
Selain itu terdapat pulau-pulau yang cantik di sebelah Pantai Semenanjung di sebelah Sabah dan Serawak.
Sasaran kunjungan wisata ke Malaysia dijelaskan Hairi ada 4 segmen.
Segmen yang pertama adalah liburan keluarga, yang dapat menikmati indahnya wisata air, water park, Legoland dan Genting.
Kedua, wisatawan medical, untuk berobat ke Malaysia karena Indonesia lebih dekat dan lebih terjangkau Wisata ketiga adalah wisata belanja atau shopping, dengan brand-brand yang lebih murah dari yang ditawarkan di Indonesia.
Adapun yang keempat adalah wisata kuliner, dengan makanan khas, Nasi Kandar, Lemak, Roti Canai, dan Durian Musangking.
Dengan promosi dalam helatan MATAS Roadshow yang digelar di beberapa kota ini, diharapkan Hairi dapat memantik kembali minat wisatawan Indonesia berkunjung ke Malaysia semakin meningkat.
Kabar dibukanya kembali Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang disambut positif oleh Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Jawa Tengah.
“Kalau kita melihat dari yang sebelumnya, banyak wisatawan dari Jawa Tengah yang punya kecenderungan datang? ke Malaysia dan Singapura. Jadi dengan dibukanya bandara baru dari Semarang ini, saya yakin target itu akan tercapai. Begitu juga sebaliknya yang dari Malaysia Singapura banyak yang datang ke Indonesia,” tutur Muhammad Rodhi perwakilan ASITA Jawa Tengah.
Disinggung adanya efisiensi yang diberlakukan oleh pemerintah Indonesia yang akan berpengaruh pada pariwisata dijelaskan Rodhi, tidak begitu berpengaruh terhadap kunjungan pariwisata. Karena efisiensi lebih berpengaruh di dalam pemerintahan.
“Untuk wisata umum saya kira masih aman,” ucapnya.
Sebelumnya, ASITA beberapa kali telah melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah terkait dengan peluang akan dibukanya Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang dengan memperlonggar wisatawan yang melakukan wisata.
“Karena sampai saat ini masih banyak batasan-batasan tertentu untuk wisatawan yang akan berkunjung ke luar negeri maupun domestik,” ucap Rodhi. (had/red).











Komentar