Kepala Badan Kesbangpolinmas Nur Nawanta saat memberikan sambutan (ft rub)
METROPOS.ID II GROBOGAN – Sukses acara pelantikan PC (Pengurus Cabang) PGSI Se Kab. Grobogan yang terdiri dari 19 Kecamatan, kegiatan dilanjutkan dengan Sarasehan yang berlangsung penuh semangat dan kekeluargaan, Sabtu (12/7/2025)
Sarasehan ini menjadi ruang dialog antara para guru swasta, pengurus PGSI, dan pemangku kebijakan pendidikan untuk membahas berbagai isu strategis di dunia pendidikan, khususnya yang dihadapi oleh guru-guru swasta.
Dengan mengangkat tema “Menguatkan Peran Strategis Guru Swasta dalam Pembangunan Pendidikan Nasional” sarasehan menghadirkan narasumber dari PW (Pimpinan Wilayah) PGSI Jateng (Jawa Tengah) Muh Zen Adv, Kepala Badan Kesbangpolinmas Nur Nawanta, praktisi yang juga Sekjend PGSI Kab Grobogan Syaidun.
Beberapa poin penting yang mengemuka dalam sarasehan antara lain Perlunya peningkatan karakter dan prilaku para peserta didik, Masih terbatasnya akses guru swasta terhadap program inpassing dan tunjangan profesi, Kesenjangan fasilitas dan pelatihan antara guru negeri dan swasta, Minimnya perhatian kesejahteraan untuk guru guru swasta, Peran PGSI dalam mendorong perlindungan hukum dan jaminan sosial bagi guru swasta, Pentingnya membangun solidaritas dan komunikasi antar lembaga swasta di bawah naungan PGSI.
Ketua PW PGSI Jateng Muh Zen Adv menyampaikan dunia pendidikan saat ini sedang tidak baik – baik saja. Ada banyak problem yang harus segera dituntaskan mulai dari pencairan BOS untuk Madrasah yang sering kali terlambat, kesejahteraan guru di bawah UMR dan masih banyak permasalahan lainnya. Semua itu membutuhkan perjuangan temen – temen PGSI di seluruh Indonesia agar terus disuarakan.
Sementara itu, Ketua PD (Pimpinan Daerah) PGSI Kab. Grobogan Wawan Setiawan, M.Pd., menekankan bahwa sarasehan ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi momentum untuk menyusun strategi nyata dalam memperjuangkan nasib guru swasta.
“Kita harus bersatu dalam gerakan kolektif untuk menegaskan bahwa guru swasta adalah bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan nasional,” tegasnya.
Dalam sesi tanya jawab, para peserta aktif menyampaikan aspirasi dan masukan kepada pengurus wilayah maupun daerah. Beberapa usulan konkret yang disampaikan antara lain Perlu penambahan kuota sertifikasi sehingga guru – guru bisa merasakan manfaatnya, Bos untuk sekolah swasta dan Madrasah agar dicairkan tepat waktu dan di awal triwulan atau semester, Pembentukan tim advokasi hukum dan kebijakan pendidikan di bawah PGSI.
Kegiatan sarasehan ditutup dengan pernyataan komitmen bersama seluruh peserta untuk menguatkan peran PGSI sebagai wadah perjuangan yang inklusif, aspiratif dan solutif bagi guru swasta di Kab. Grobogan. (Rub/red).











Komentar