METROPOS.ID || SEMARANG – Masih dalam rangkaian memeriahkan HUT ke-80 RI, Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional (Permadani) Cabang Kec. Mijen, Kota Semarang menyelenggarakan Kirab Gelar Budaya sebagai sebagai wujud kecintaan terhadap warisan leluhur. Acara ini tidak hanya menjadi perayaan kemerdekaan, tetapi juga momentum penting untuk melestarikan adat budaya Jawa ditengah tantangan era digitalisasi.
Kirab gelar budaya yang akan diselenggarakan pada hari Minggu (21/9/2025) ini nanti, sesuai rencana dimeriahkan dengan berbagai kesenian tradisional, antara lain, Jathilan (Jaran Kepang), reog, tari-tarian klasik serta kirab 14 gunungan hasil bumi dari 14 kelurahan se-Kec. Mijen dan pasukan Paskibra SMA Negeri 16.
Kemeriahan peringatan HUT ke-80 RI di Kec. Mijen akan diakhiri dengan pagelaran wayang kulit di malam harinya menampilkan lakon Wahyu Cakraningrat dengan dalang Ki Swasta Arum Bathara dari Semarang yang juga merupakan alumni siswa Pawiyatan Bregada 6 Permadani Cabang Mijen serta dimeriahkan bintang tamu Gareng Konyol dari Semarang.
Ketua Permadani Cabang Mijen, Edi Purnomo, dalam keterangannya Kamis (28/8/2025) menyampaikan, bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata dari semangat gotong royong dan pelestarian budaya di era modern.
“Kirab ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk pendidikan budaya kepada generasi muda agar mereka tidak tercerabut dari akar tradisinya,” ujarnya.
Edi Purnomo yang juga Ketua Forum LPMK Kec. Mijen dan anggota Forum LPMK Kota Semarang sebagai Ketua Bidang Pemuda, Olah Raga dan Budaya ini menambahkan, ditengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi, budaya tradisional sering kali terpinggirkan.
Namun, acara seperti ini membuktikan bahwa teknologi justru bisa menjadi alat untuk memperkenalkan budaya kepada dunia. Beberapa penampilan kirab ini akan disiarkan secara langsung melalui platform medsos (media sosial) sehingga masyarakat dapat menyaksikan kemeriahan perayaan yang diselenggarakan setiap tahunnya oleh Pemkot (Pemerintah Kota) Semarang melalui OPD Kec. Mijen yang didukung sepenuhnya oleh Camat Mijen Didik Dwi Hartono yang telah menunjukkan kiprahnya dalam melestarikan Budaya Jawa melalui acara Kirab Gelar Budaya yang ke-4 kalinya bersama Permadani Cabang Mijen.
Terselenggaranya Kirab Gelar Budaya ini juga mendapat dukungan dari berbagai elemen dan tokoh masyarakat Kec. Mijen, dalam rangka turut serta melestarikan budaya serta nguri-uri budaya lokal.
“Anak-anak muda sekarang bisa mencintai budaya dengan cara yang mereka kenal, yaitu lewat internet. Tantangannya adalah bagaimana kita mengemas budaya dengan cara yang relevan dan menarik,” tambah Edi Purnomo.
Dengan semangat nasionalisme dan pelestarian budaya, Kirab Gelar Budaya ini menjadi simbol bahwa di tengah derasnya arus globalisasi, jati diri bangsa tetap bisa dijaga tanpa harus menolak kemajuan zaman.(had/red).











Komentar