Tangkapan layar saat kejadian (ft bw)
METROPOS.ID || SEMARANG – Kekerasan fisik menimpa LNR (11) seorang siswa kelas VI SD Negeri di Semarang diduga dilakukan S orang tua murid di SD yang sama. Kejadian bermula usai jam pelajaran sekolah sekira pukul 13.20 WIB, Kamis (11/9/2025) saat korban bermain dengan siswa lainnya di halaman sekolah tiba-tiba didatangi pelaku bernama S dan langsung melakukan pemukulan.
Tak berhenti di situ, korban juga mendapat ancaman agar tidak melawan. Insiden itu membuat korban ketakutan dan mengadukan peristiwa tersebut kepada orang tuanya.
Tidak terima dengan kejadian yang menimpa anaknya, ibu korban SK langsung membawa persoalan tersebut ke pihak kepolisian.
“Saya sudah siapkan bukti berupa rekaman video kejadian dan hasil visum dari rumah sakit,” tegasnya.
Dalam laporan yang ditujukan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Semarang, SK mengungkapkan bahwa anaknya menjadi korban pemukulan oleh seorang wali murid berinisial S, yang sehari-hari berjualan telur gulung di halaman sekolah.
“Anak saya sedang bermain sepak bola bersama teman-temannya di halaman sekolah. Tiba-tiba wali murid itu emosi dan memukul anak saya,” ungkap SK dalam laporan tertulisnya.
Tuntutan Keadilan
Siti menegaskan, kasus ini tidak boleh dibiarkan karena terjadi di lingkungan sekolah, tempat anak-anak seharusnya mendapat rasa aman.
Ia meminta Polrestabes Semarang segera menindaklanjuti laporannya.
“Saya berharap polisi bertindak tegas agar tidak ada lagi orang tua murid yang main hakim sendiri di sekolah,” harapnya.
Kasus ini kini tengah ditangani Unit PPA Satreskrim Polrestabes Semarang. Polisi diminta segera memproses laporan tersebut dan memastikan perlindungan terhadap anak yang menjadi korban kekerasan. (Bw/red).











Komentar