oleh

Brebes Pacu Keberlanjutan Program Keluarga SIGAP Demi Wujudkan Generasi Emas 2045

-Brebes-30 views

Foto : Lokakarya Keberlanjutan Program Keluarga SIGAP tingkat kecamatan dan desa di Dedi Jaya Hotel Brebes.(ft.hms).

METROPOS.ID || BREBES – Pemkab. Brebes, Jateng, bekerja sama dengan Kementerian Desa PDT, Dinas Kesehatan, serta Keluarga SIGAP menggelar Lokakarya Keberlanjutan Program Keluarga SIGAP tingkat kecamatan dan desa. Kegiatan ini berlangsung di Dedi Jaya Hotel Brebes, Selasa (18/11/2025).

Asisten Administrasi Umum Sekda Brebes, Untung Rizaludin, mewakili Sekda Brebes, Dr Tahroni MPd, menegaskan bahwa program Keluarga SIGAP di harapkan dapat terintegrasi dalam perencanaan dan penganggaran desa sebagai bagian dari upaya mencetak Generasi Emas 2045.

“Program ini menyasar keluarga dengan anak usia 0–24 bulan melalui pelatihan kader, kunjungan rumah, kelas ibu baduta, hingga pemanfaatan media interaktif dan media sosial sebagai sarana komunikasi,” tegas Untung dalam sambutannya.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Keluarga SIGAP dalam memperkuat penyampaian pesan kunci pencegahan stunting.

Menurutnya, komitmen Kades sangat diperlukan untuk memastikan program tetap berjalan.

“Percepatan penurunan stunting tidak hanya menjadi prioritas Kab. Brebes, tetapi juga agenda nasional,” ujarnya.

Sebagai kelanjutan dari uji coba pada 2023, program Keluarga SIGAP pada 2025 di implementasikan di 3 wilayah pengembangan, yakni Kab. Sukabumi (Jawa Barat), Kab. Brebes (Jawa Tengah), dan Kab. Banjar (Kalimantan Selatan).

Hingga Oktober 2025, program ini telah menjangkau 26.057 baduta di 204 desa di Brebes. Sebanyak 1.872 kader dari 1.272 posyandu telah menerima pelatihan dan melakukan 25.456 kunjungan rumah tahap pertama, serta menyelenggarakan 1.466 Kelas Ibu Baduta.

Penasihat Advokasi Keluarga SIGAP sekaligus fasilitator utama lokakarya, Nuwirman, menyebut SIGAP sebagai pendekatan nyata yang memberikan dampak langsung bagi keluarga.

“SIGAP bukan sekadar program, melainkan gerakan masyarakat,” sebutnya.

Sementara itu, Team Leader Program Keluarga SIGAP, Ardi Prastowo, berharap desa-desa di Brebes mampu mengelola program secara berkelanjutan secara mandiri. Dukungan Dana Desa di nilai menjadi kunci penting.

“Kami mengajak para Kades untuk bersama-sama memastikan kesinambungan program ini,” terangnya.

Narasumber dari Direktorat Fasilitasi Pemanfaatan Dana Desa, Kementerian Desa PDT, Sappe MP Sirait, menekankan pentingnya pemanfaatan Dana Desa untuk memperkuat layanan kesehatan dasar.

“Komitmen kami ialah memastikan setiap desa memiliki akses layanan kesehatan lebih baik serta mendukung keberlanjutan program Keluarga SIGAP,” jelasnya.

Lokakarya yang berlangsung selama 3 hari, 18–20 November, tersebut mengundang 204 Kades. Kegiatan ini di fokuskan pada kesiapan desa dalam mengadopsi Keluarga SIGAP ke dalam perencanaan dan penganggaran desa. Dukungan teknis dari Kementerian Desa, Dinas PMD, dan Bappeda menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan Generasi Emas 2045. (her/red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed