Foto : Sajam yang diamankan petugas dari seorang warga yang bertindak membahayakan keluarga dan warga di Dukuh Gajihan, Desa Pandes, Kec. Wedi, Kab. Klaten.(ft.hms).
METROPOS.ID || KLATEN – Aparat Polsek Wedi bersama Sat Samapta Polres Klaten mengamankan seorang pemuda berinisial WD (34) di rumahnya di Dukuh Gajihan, Desa Pandes, Kec. Wedi, Kab. Klaten setelah bertindak membahayakan terhadap keluarga, Selasa (16/12/2025) siang.
Plh Kapolsek Wedi AKP Sugiharto menjelaskan bahwa ibu kandung W datang ke Polsek mengadukan perilaku agresif anaknya sejak pagi hari.
“Kami menerima laporan dari seorang Ibu, atas nama Penni (68) karena anaknya yang mengamuk, dirumahnya sendiri,” jelas Sugiharto.
Dalam laporan tersebut, kata Sugiharto, disebutkan bahwa WD merupakan anaknya, membakar kain milik pelanggan jahit serta album foto keluarga, sebelum akhirnya melakukan kekerasan terhadap orang tuanya.
“Yang bersangkutan dilaporkan membakar kain milik pelanggan jahit dan sejumlah barang di dalam rumah. Saat dinasihati oleh orang tuanya, justru melakukan pemukulan dan mengancam dengan Sajam (senjata tajam), sehingga kami segera mengambil langkah evakuasi,” katanya.
Petugas mendapatkan informasi bahwa situasi di dalam kamar cukup berbahaya karena terdapat sejumlah sajam yang disimpan oleh W. Seluruh senjata tersebut langsung diamankan setelah proses evakuasi.
“Di dalam kamar ditemukan beberapa sajam. Seluruhnya sudah diamankan untuk mencegah risiko lanjutan, baik terhadap keluarga maupun petugas,” terangnya.
Saat pengamanan pelaku, ungkap Sugiharto, dilakukan selama 2 jam, sempat dilakukan negosiasi, namun pelaku melawan pada petugas kepolisian, petugas belum sempat melakukan tindakan preventif.
“Proses evakuasi berlangsung selama 2 Jam, yang bersangkutan sempat melakukan perlawanan, namun berhasil kami amankan,” ungkapnya.
Sugiharto menambahkan, Selain mengamankan pelaku WD (34) polisi mengamankan sejumlah barang bukti, belum diketahui secara pasti barang bukti sajam tersebut digunakan untuk apa oleh pelaku.
“Setelah kami amankan lalu kami menggeledah kamarnya, kami temukan sajam berupa Busur panah buatannya sendiri, pisau lipat, sebilah parang, dan selang berwarna hitam,” terang Sugiharto.
Selanjutnya, Papar Sugiharto, Pemuda yang sempat bekerja di Jakarta, namun belum diketahui secara pasti penyebab pemuda tersebut sering mengamuk, saat ini telah dibawa ke RSJD Soejarwadi, Klaten.
“Selanjutnya pemuda tersebut kami bawa ke Rumah Sakit Jiwa Soejarwadi, Klaten, untuk dilakukan pengobatan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pandes, Heru Purnomo, saat dihubungi, Selasa(16/12/2025) siang, mengatakan pelaku WD tersebut tidak melukai warga, atau menyerang warga, namun warga resah jika pelaku melukai warga.
“Ya ada, pelaku tidak melukai warga namun warga resah dan khawatir akan melukai warga, kemarin kakaknya dipukul pakai besi, ditangan sampai memar,” kata Heru.
Kesehariannya, sambung Heru, pelaku hidup bersama dengan orang tua, yang keseharian sebagai penjahit, bahkan pelaku sempat mengganggu usaha milik orang tuanya.
“Orang tua pelaku berprofesi sebagai penjahit, yang usahanya dikembangkan dirumahnya sendiri,” tutupnya. (kmit/red).











Komentar