oleh

BI Yakin Ekonomi Indonesia 2026 Menguat, Pertumbuhan Diproyeksikan Capai 5,7 Persen

-Nasional-106 views

Foto : Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, beserta sejumlah kepala OPD terkait saat mengikuti acara Peluncuran LPI 2025 secara daring oleh BI.(ft.hms).

METROPOS.ID || JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menaruh optimisme tinggi terhadap kinerja perekonomian nasional pada 2026. Bank sentral memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada rentang 4,9 persen hingga 5,7 persen, seiring dengan penguatan fundamental ekonomi domestik.

Optimisme tersebut di sampaikan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam acara Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 yang di gelar pada Rabu (28/1/2026) di Function Room Bank Indonesia, Jakarta.

Kegiatan ini diikuti secara daring oleh para kepala daerah di seluruh Indonesia bersama jajaran Kantor Perwakilan BI di daerah. Dari Pemkot Tegal, acara tersebut diikuti oleh Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, beserta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Sementara itu, dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, hadir Deputi Kepala Perwakilan BI Tegal, Seno Indarto, bersama Kepala Unit UDSK, Masagung Suksmonohadi, yang mengikuti kegiatan dari Command Room Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tegal.

Dalam paparannya, Perry Warjiyo menekankan pentingnya membangun optimisme kolektif dalam menghadapi tantangan global.

Menurutnya, keyakinan yang kuat menjadi salah satu faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi.

“Optimisme dan keyakinan inilah yang akan membawa perekonomian kita tumbuh lebih kuat ke depan,” ujar Perry.

Selain pertumbuhan ekonomi, BI juga memperkirakan tingkat inflasi pada 2026 dan 2027 akan tetap terjaga dalam sasaran 2,5 persen ±1 persen.

Perry menegaskan bahwa Bank Indonesia bersama pemerintah akan terus bersinergi menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Di sektor perbankan, BI mendorong peningkatan penyaluran kredit. Untuk 2026, pertumbuhan kredit di proyeksikan berada di kisaran 8 persen hingga 12 persen, dan akan di tingkatkan menjadi 9 persen hingga 13 persen pada 2027.

Perry Warjiyo juga menyampaikan bahwa kinerja ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tetap solid, meskipun di hadapkan pada dinamika ekonomi dan geopolitik global yang masih penuh ketidakpastian.

“Patut kita syukuri, perekonomian Indonesia pada 2025 tetap menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah tekanan global,” katanya.

Lebih lanjut, BI terus mempercepat pengembangan sistem pembayaran digital sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi dan keuangan digital nasional. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Gubernur BI pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tetap optimistis terhadap prospek ekonomi nasional, sembari tetap waspada terhadap risiko global yang masih berpotensi memengaruhi perekonomian domestik. (her/red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed