oleh

DWP Dinbudpar Brebes Gelar Pelatihan Eco Enzyme, Dorong Pengolahan Sampah Organik Berbasis Rumah Tangga

-Brebes-0 views

Foto : Dharma Wanita Persatuan Dinbudpar Kab. Brebes saat pertemuan rutin dan pelatihan pengolahan sampah organik menjadi Eco Enzyme di Aula Kantor Dinbudpar Brebes.(ft.hms).

METROPOS.ID || BREBES – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kab. Brebes mengadakan pertemuan rutin yang dirangkaikan dengan pelatihan pengolahan sampah organik menjadi Eco Enzyme, (fermentasi ramah lingkungan) yang memiliki beragam manfaat. Kegiatan tersebut digelar di Aula Kantor Dinbudpar Brebes, Rabu (28/1/2026).

Selain bertujuan meningkatkan wawasan dan keterampilan anggota, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan antaranggota DWP. Momentum tersebut sekaligus dimanfaatkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Pembina DWP Dinbudpar Brebes, Ny. Sriatun Eko Supriyanto, untuk memberikan motivasi dan pesan kebersamaan kepada para pendamping Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dalam sambutannya, Ny. Sriatun menegaskan bahwa peran istri ASN sangat strategis dalam mendukung tugas dan tanggung jawab suami, baik di lingkungan kerja maupun melalui organisasi Dharma Wanita Persatuan.

Ia mengatakan bahwa meskipun suaminya, Drs. Eko Supriyanto, M.Si., telah dilantik sebagai Kepala Dinas Perikanan Kab. Brebes sejak Desember lalu, dirinya masih menjalankan amanah sebagai Plt Pembina DWP Dinbudpar.

“Saya masih dipercaya mendampingi DWP Dinbudpar hingga adanya kepemimpinan definitif yang saat ini sedang dalam proses asesmen Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT). Harapannya, ke depan organisasi ini dapat berkembang lebih baik dan semakin solid,” katanya.

Ny. Sriatun juga menyampaikan pesan mengenai loyalitas dan kesiapan keluarga ASN dalam mengikuti penugasan negara. Ia berharap jalinan silaturahmi yang telah terbangun dapat terus terjaga meskipun terjadi dinamika penugasan.

Memasuki agenda utama, para peserta mendapatkan pelatihan pembuatan Eco Enzyme yang dipandu oleh pegiat Eco Enzyme Nusantara wilayah Brebes, Ulfatunlaeli Sa’adiyah.

Dalam paparannya, Laeli menjelaskan bahwa Eco Enzyme merupakan inovasi sederhana berbasis rumah tangga yang efektif dalam mengurangi volume sampah organik yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).Ia memaparkan formula dasar pembuatan Eco Enzyme dengan perbandingan 1:3:10, yakni satu bagian gula merah atau molase, tiga bagian sampah organik berupa kulit buah dan sayur segar, serta sepuluh bagian air atau sekitar 60 persen dari kapasitas wadah.

“Fermentasi dilakukan selama 3 bulan dalam wadah tertutup. Cairan yang dihasilkan memiliki banyak manfaat, mulai dari bahan pembersih lantai, detergen, sabun cair, hingga penyegar udara,” jelasnya.

Lebih lanjut, Laeli menambahkan bahwa pemanfaatan Eco Enzyme tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga berkontribusi dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Pengolahan sampah organik secara mandiri dapat menekan produksi gas metana yang di hasilkan dari pembusukan sampah di TPA.

Melalui kegiatan ini, DWP Dinbudpar Brebes diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam pengelolaan lingkungan, dimulai dari lingkup keluarga hingga masyarakat sekitar, sekaligus mendorong gaya hidup ramah lingkungan yang berkelanjutan. (her/red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed