oleh

Polres Tegal Perketat Pengamanan dan Monitoring di Lokasi Bencana Tanah Bergerak Jatinegara

-Tegal-0 views

Petugas dari Polres Tegal saat melakukan monitoring dilokasi terdampak (ft her)

METROPOS.ID || TEGAL – Jajaran Polres Tegal terus melakukan monitoring intensif, pengamanan, serta pelayanan kemanusiaan bagi warga terdampak bencana tanah bergerak yang melanda Desa Padasari, Kec. Jatinegara, Kab. Tegal, pada Minggu (22/2/2026).

Langkah tersebut merupakan bagian dari respons cepat Polri dalam menjamin keselamatan warga sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif di wilayah terdampak bencana. Selain pengamanan, petugas juga melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) guna memantau perkembangan kondisi tanah yang masih dinamis.

Berdasarkan hasil pendataan terbaru, tercatat sekitar 900 unit rumah terdampak bencana tanah bergerak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 405 rumah mengalami kerusakan berat, 190 rusak sedang, 96 rusak ringan, 164 unit masih dalam kondisi baik, serta tambahan pendataan dari pemerintah desa sebanyak 45 unit rumah.

Tak hanya permukiman warga, kerusakan juga meluas ke sejumlah fasilitas sosial, tempat ibadah, sarana pendidikan, kantor pemerintahan, hingga infrastruktur jalan dan jaringan irigasi.

Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kasat Intelkam AKP Surahno, S.H., M.H. menjelaskan bahwa aparat kepolisian bersinergi dengan TNI, BPBD, PMI, serta pemerintah daerah untuk melakukan evakuasi warga secara bertahap. Proses evakuasi di sesuaikan dengan kondisi tanah yang masih aktif bergerak akibat intensitas curah hujan yang tinggi.

“Jumlah pengungsi saat ini mencapai 760 kepala keluarga atau sekitar 2.325 jiwa yang ditempatkan di sejumlah titik pengungsian,” ujarnya.

Untuk menjaga keamanan lingkungan, Pleton Siaga Bencana Bhayangkara Polres Tegal rutin melaksanakan patroli malam serta pengamanan di rumah-rumah warga yang di tinggalkan. Langkah ini di lakukan guna mencegah potensi tindak kriminalitas di lokasi bencana.

Sementara itu, pendistribusian logistik di lakukan secara terpusat melalui posko induk agar penyaluran bantuan lebih tertib dan merata.

Di bidang kesehatan, layanan medis terpadu tetap berjalan di beberapa posko pengungsian. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.261 kunjungan warga untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan ringan, layanan medis lanjutan, hingga rujukan ke fasilitas kesehatan.

Sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana, pemerintah daerah bersama sejumlah pihak terkait tengah mempersiapkan pembangunan hunian sementara di Desa Capar, Kec. Jatinegara. Pembangunan tersebut di rencanakan rampung pada pertengahan Maret 2026 sebagai solusi relokasi bagi warga terdampak.

Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo menegaskan komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam situasi darurat.

“Kami memastikan personel tetap siaga di lokasi bencana untuk memberikan rasa aman, membantu evakuasi, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Polri akan selalu hadir bersama masyarakat, terutama di saat-saat sulit,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya pergerakan tanah susulan serta mematuhi seluruh arahan petugas demi keselamatan bersama.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Polri kembali menegaskan perannya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sekaligus memastikan keamanan dan keselamatan warga terdampak bencana tanah bergerak di Kab. Tegal. (her/red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed