Foto : Genangan banjir di Desa Mulyorejo, Kec. Tirto, Kab. Pekalongan yang sudah mulai surut sekitar 5 – 10 sentimeter, Senin, (23/2/2026). (ft.kmit).
METROPOS.ID || PEKALONGAN – Pemkab. Pekalongan resmi mengakhiri masa status tanggap darurat bencana banjir pada Senin, (23/2/2026). Meski demikian, distribusi logistik bagi wilayah yang masih terdampak tetap menjadi perhatian.
Kepala Pelaksana BPBD Kab. Pekalongan, Agus Pranoto, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah dilakukan asesmen di sejumlah titik terdampak.
“Iya, terkait dengan akhir dari status tanggap darurat hari ini, tanggal 23/2/2026. Kami kemarin sudah asesmen ke beberapa titik, dan Alhamdulillah banjir di permukiman rata-rata sudah mengering,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Ia menjelaskan, sebagian besar warga yang sebelumnya mengungsi kini telah kembali ke rumah masing-masing. Momentum bulan puasa juga menjadi salah satu alasan warga memilih pulang.
“Untuk tempat-tempat pengungsian juga sudah pada kembali ke rumah. Di samping itu, karena bulan puasa ini mereka ingin kembali ke rumah masing-masing,” tambahnya.
Meski status tanggap darurat berakhir, BPBD tetap berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk memastikan suplai logistik di wilayah yang masih terdapat genangan dan dapur umum.
“Walaupun masa tanggap darurat ini sudah selesai, kami dengan Dinas Sosial tetap berkomitmen. Daerah-daerah yang mungkin masih ada genangan sedikit dan masih ada dapur umum, kita tetapkan suplai logistiknya,” tegasnya.
Saat ini, 3 rumah pompa besar masih dioperasikan guna mempercepat penyedotan sisa genangan air. BPBD berharap cuaca mendukung agar proses pengeringan berjalan optimal.
Sementara itu, warga Desa Mulyorejo, Kec. Tirto, Ridho, menyebut ketinggian air kini tinggal semata kaki atau sekitar 5–10 sentimeter.
“Pompa mobile di sini masih 3 yang beroperasi, yang lainnya sudah ditarik. Warga hampir semua sudah mulai beraktivitas normal,” katanya.
Hal senada disampaikan Romli, warga Desa Tegaldowo, Kec. Tirto.
Menurutnya, kondisi di wilayahnya relatif aman meski genangan masih setinggi mata kaki.
“Di sini kondisinya aman, semata kaki. Aktivitas sudah normal, tapi pekerjaannya yang masih terkendala. Masih banyak yang belum mulai kerja. Untuk posko sudah tutup semua di desa sini,” ungkapnya. (kmit/red).











Komentar