oleh

Wali Kota Tegal Tekankan Peran Sosial dan Ekonomi Masjid dalam Pelatihan Manajemen Masjid SMART

-Tegal-0 views

Wali Kota Dedy Yon Supriyono saat foto bersama (ft her)

METROPOS.ID || KOTA TEGAL – Pemkot. Tegal terus mendorong optimalisasi peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat. Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Dedy Yon Supriyono saat membuka Pelatihan Strategi Manajemen Masjid Amanah, Ramah, dan Bertata Kelola (SMART) yang digelar atas sinergi Bank Indonesia bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tegal, di Gedung Adipura Balai Kota Tegal, Rabu (4/3/2026).

Pelatihan tersebut diikuti oleh 215 pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dan takmir masjid se-Kota Tegal. Hadir pula jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal beserta staf, pengurus Baznas Kota Tegal, serta narasumber Ustadz Ir. Kusnadi Ikhwani, M.M.

Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan bahwa masjid memiliki fungsi strategis yang melampaui peran sebagai tempat ibadah semata.

Menurutnya, masjid harus menjadi pusat aktivitas sosial, pendidikan, dan penguatan ekonomi masyarakat.

“Sejak dulu masjid merupakan pusat peradaban umat Islam. Karena itu, pengelolaannya harus terus menyesuaikan perkembangan zaman dengan manajemen yang amanah, ramah, serta tertata dengan baik,” ujar Dedy Yon.

Ia menilai penerapan konsep SMART merupakan langkah konkret untuk meningkatkan profesionalitas pengelolaan masjid sekaligus memperkuat kepercayaan jamaah.

Upaya memakmurkan masjid, lanjutnya, tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan program ibadah, pendidikan keagamaan, dan kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Tegal, H. Harun Abdi Manap, mengapresiasi dukungan Bank Indonesia terhadap pelaksanaan pelatihan tersebut.

Ia menyebutkan bahwa seluruh masjid di Kota Tegal saat ini telah memiliki surat keputusan sehingga berhak menghimpun zakat, infak, dan sedekah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas takmir masjid dalam pengelolaan dana umat secara profesional dan tepat sasaran,” sebutnya.

Harun menambahkan, pascapelatihan, pengurus masjid diharapkan dapat melakukan pendataan masyarakat fakir miskin di lingkungan masing-masing sebagai dasar perencanaan program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid.

“Baznas menyalurkan bantuan yang bersifat produktif, bukan konsumtif. Harapannya, program ini dapat membantu menurunkan angka kemiskinan secara berkelanjutan,” imbuhnya.

Di sisi lain, Kepala Bank Indonesia Tegal, Bimala, menyampaikan bahwa pelatihan manajemen masjid SMART menjadi momentum awal penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam memakmurkan masjid dan mendukung agenda pengentasan kemiskinan daerah.

Ia juga mendorong pemanfaatan digitalisasi sistem pembayaran di lingkungan masjid, salah satunya melalui penggunaan QRIS, guna memudahkan masyarakat dalam menyalurkan infak dan sedekah secara transparan dan akuntabel.

“Digitalisasi pengelolaan keuangan masjid akan meningkatkan kepercayaan publik serta mempermudah akuntabilitas dana umat,” pungkasnya. (her/red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed