oleh

Jelang Idul Fitri 1447 H, Wali Kota Tegal Cek Harga Sembako dan Keamanan Makanan

-Tegal-122 views

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, dan rombongan mengunjungi beberapa pusat perbelanjaan. (ft her)

METROPOS.ID || KOTA TEGAL – Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemkot (Pemerintah Kota) Tegal melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pusat perbelanjaan pada Rabu (11/3/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan pangan sekaligus memantau stabilitas harga bahan kebutuhan pokok di pasaran.

Sidak dipimpin langsung oleh Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal M. Zaenal Abidin. Dalam kegiatan tersebut, rombongan mengunjungi beberapa pusat perbelanjaan, diantaranya Yogya Toserba Tegal dan Rita Mall Tegal.

Dalam sidak tersebut, tim memeriksa berbagai aspek, mulai dari harga bahan pokok, masa kedaluwarsa produk, hingga memastikan tidak adanya penggunaan bahan kimia berbahaya seperti formalin pada makanan dan minuman yang di jual.

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan produk pangan yang beredar di pusat perbelanjaan tersebut masih dalam kondisi aman. Tidak ditemukan makanan maupun minuman yang mengandung formalin, dan seluruh produk yang diperiksa masih berada dalam masa kedaluwarsa yang layak konsumsi.

Selain itu, pemerintah juga melakukan pengecekan terhadap sejumlah komoditas kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, sayuran, serta berbagai produk makanan kemasan.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga bahan pokok di wilayah Kota Tegal masih relatif stabil. Untuk beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), harga tercatat sekitar Rp12.000 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng jenis Minyakita dijual sekitar Rp15.700 per liter, dan gula pasir berada di kisaran Rp17.500 per kilogram.

“Secara umum harga yang berlaku masih dalam batas wajar dan sesuai ketentuan, sehingga kondisi di Kota Tegal dapat dikatakan relatif aman,” ujar Dedy Yon.

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap makanan kemasan kaleng. Hasilnya, tidak ditemukan produk yang telah melewati masa kedaluwarsa. Selain itu, sejumlah bahan makanan seperti ikan asin dan kolang-kaling turut di uji melalui pemeriksaan laboratorium untuk memastikan tidak mengandung zat kimia berbahaya, dan hasilnya dinyatakan aman.

Untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, Pemkot Tegal juga menggelar program Gerakan Pangan Murah (GPM). Melalui program ini, berbagai komoditas dijual dengan harga yang lebih rendah dari pasaran.

Misalnya, gula pasir dijual sekitar Rp17.000 per kilogram sesuai harga dari Bulog, sementara minyak goreng di tawarkan sekitar Rp15.500 per liter.

Pemerintah berharap program tersebut dapat menjaga stabilitas harga sekaligus menekan potensi kenaikan inflasi di Kota Tegal menjelang Hari Raya Idul Fitri. (her/red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed