Polres Tegal saat kegiatan vicon nasional. (ft her).
METROPOS.ID || SLAWI – Polres Tegal meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026 melalui partisipasi dalam kegiatan video conference (vicon) nasional yang digelar secara terpusat, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Tantya Sudhirajati Polres Tegal tersebut membahas langkah antisipatif menghadapi fenomena El Nino berkekuatan ekstrem, yang kerap dijuluki “El Nino Godzilla”. Fenomena ini di perkirakan memicu musim kemarau yang lebih panjang serta kondisi cuaca yang lebih kering, sehingga meningkatkan risiko karhutla di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam pemaparan yang di sampaikan, tercatat hingga awal April 2026 luas lahan yang terbakar telah mencapai 32.637 hektare, dengan 1.601 titik panas (hotspot) terdeteksi. Wilayah seperti Riau, Kalimantan Barat, dan Aceh menjadi daerah dengan tingkat kerawanan tinggi, sehingga memerlukan penanganan cepat dan terkoordinasi.
Menanggapi situasi tersebut, Polres Tegal menegaskan komitmennya dalam mendukung kebijakan Polri melalui langkah preemtif, preventif, hingga represif. Upaya tersebut mencakup kesiapan personel, optimalisasi sarana dan prasarana, serta penguatan koordinasi lintas sektor bersama TNI, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.
Kapolres Tegal, AKBP Bayu Prasatyo, menyatakan bahwa kesiapsiagaan harus di lakukan sejak dini dengan mengutamakan deteksi awal dan respons cepat sebagai strategi utama dalam pengendalian karhutla.
Ia menegaskan, intensitas El Nino yang tinggi menjadi perhatian serius bagi seluruh jajaran kepolisian. Oleh karena itu, langkah strategis akan terus di perkuat, baik dalam aspek pencegahan, penanganan di lapangan, maupun penegakan hukum secara tegas dan berkeadilan.
Selain pendekatan penegakan hukum, Polres Tegal juga mengedepankan strategi humanis melalui edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Upaya ini di harapkan dapat meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui kesiapan yang terus di tingkatkan, Polres Tegal optimistis dapat menghadapi potensi karhutla tahun 2026 secara lebih responsif, adaptif, dan berkelanjutan, demi melindungi masyarakat serta lingkungan. (her/red).











Komentar