Kepala Sekolah SDN 1 Kepatihan, Tri Lestari, S.Pd.SD. (ft kmit).
METROPOS.ID || KAJEN – Dalam ekosistem pendidikan dasar, seni budaya sering kali dipandang sebagai pelengkap. Namun bagi SDN 1 Kepatihan, Kec. Kajen, Kab. Pekalongan, seni adalah jembatan menuju prestasi gemilang.
Kepala Sekolah SDN 1 Kepatihan, Tri Lestari, S.Pd.SD., dengan bangga mengumumkan keberhasilan siswanya dalam meraih Juara 1 pada cabang Lomba Tari di ajang FLS2N tingkat Kabupaten yang berlangsung di SMA Negeri 1 Kajen beberapa waktu lalu. Kemenangan ini menjadi kado istimewa bagi sekolah, mengingat persaingan yang ketat antar-sekolah se-Kab. Pekalongan.
Tidak hanya cabang tari, SDN 1 Kepatihan juga mencatatkan diri dalam cabang lain seperti Griya Baca, di mana mereka berhasil mengamankan posisi Harapan 3. Meskipun belum mencapai puncak, konsistensi perolehan juara di berbagai cabang menunjukkan bahwa pembinaan minat bakat di sekolah ini dilakukan secara merata dan terstruktur.
“Alhamdulillah, untuk SDN 01 Kepatihan mewakili kecamatan dan desa, kami mendapat Juara 1 lomba cabang tari. Untuk cabang lainnya, seperti Griya Baca, kita meraih Harapan 3,” ujar Tri Lestari saat ditemui awak media.
Prestasi ini membuka pintu lebar bagi para siswa untuk melaju ke tahap selanjutnya. Bagi pemenang tingkat kabupaten, tantangan berikutnya adalah unggah hasil karya melalui aplikasi resmi pada periode 2–29 Juni, dilanjutkan dengan penyisihan tingkat dasar pada 6–10 Juli, dan babak final pada 20 Juli. Jika berhasil menembus final dan memenangkan kompetisi tingkat provinsi, maka langkah selanjutnya adalah tampil di tingkat nasional di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud).
Tri Lestari menjelaskan mekanisme pendanaan yang berlaku untuk setiap tingkatan kompetisi.
“Untuk akomodasi, jika anak-anak diutus mewakili sekolah, biayanya ditanggung oleh sekolah atau orang tua tergantung kesepakatan. Namun, untuk tingkat kecamatan, biaya menjadi tanggung jawab sekolah. Untuk tingkat kabupaten, biaya ditanggung oleh panitia lomba. Sementara untuk tingkat provinsi, seluruh biaya ditanggung oleh Dinas Pendidikan,” jelasnya rinci.
Transparansi informasi ini penting agar orang tua memahami hak dan kewajiban dalam mendukung potensi anak.
Lebih dari sekadar kebanggaan sesaat, Tri Lestari menekankan dampak jangka panjang dari prestasi ini bagi masa depan akademik siswa.
Ia menyoroti pentingnya meraih juara di tingkat provinsi hingga nasional karena hal tersebut memberikan keuntungan signifikan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di jenjang SMP.
“Harapan saya, semoga di provinsi dapat juara 1. Karena jika masuk juara 1, piagamnya langsung diakui untuk jalur prestasi ke SMP. Jadi, tidak perlu pakai rapor, cukup pakai piagam yang diakui pemerintah. Ini berlaku dari tingkat kabupaten hingga nasional,” tegasnya.
Pernyataan ini menggarisbawahi strategi cerdas sekolah dalam mempersiapkan siswa tidak hanya secara akademis, tetapi juga strategis dalam memilih jalur pendidikan.
Untuk mencapai prestasi tersebut, SDN 1 Kepatihan menerapkan pola pembinaan yang intensif dan profesional.
Tri Lestari mengungkapkan bahwa sekolah rutin mengadakan evaluasi setiap semester melalui wawancara dengan orang tua dan siswa, terutama bagi mereka yang memiliki potensi atau membutuhkan perhatian khusus.
“Setiap satu semester sekali, saya mengadakan wawancara dengan orang tua dan mengundang anak-anak, terutama yang prestasinya bagus untuk diberi penghargaan, maupun yang kurang untuk dibina bersama orang tua,” ungkapnya.
Kunci keberhasilan di cabang tari, menurut Tri Lestari, terletak pada kolaborasi dengan tenaga ahli eksternal. Sekolah tidak ragu mendatangkan pelatih tari profesional dari luar untuk menangani ekstrakurikuler tari. Program ini terbuka bagi siswa kelas 4 hingga 6, dengan seleksi akhir dilakukan oleh pelatih berdasarkan potensi dan kedisiplinan.
“Untuk tari, itu kelompok. Kita punya ekstra tari yang pelatihnya memang kita ambil dari luar. Setiap anak latihan seminggu sekali. Yang ikut bebas dipilih, tapi nanti yang akan dikirim adalah pilihan pelatih. Insyaallah, semua berjalan lancar berkat dukungan semua pihak,” tambahnya.
Dengan kombinasi antara manajemen sekolah yang visioner, dukungan orang tua yang solid, serta pembimbingan teknis oleh profesional, SDN 1 Kepatihan telah membuktikan bahwa sekolah dasar dapat menjadi inkubator talenta seni yang mumpuni. Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi siswa lain untuk menggali potensi terbaik mereka, baik di bidang seni, olahraga, maupun akademik.
Bagi masyarakat Pekalongan, ini adalah bukti bahwa pendidikan berkualitas tidak hanya tentang angka di atas kertas, tetapi juga tentang pembentukan karakter, kreativitas, dan kepercayaan diri yang akan membawa siswa melangkah lebih jauh di masa depan. (kmit/red).











Komentar