oleh

Kompak! Warga RT 05 RW 03 Kaliwiru Laksanakan Amanah Sembelih Hewan Kurban dari DAM Tamatu’

-Semarang-34 views

Saat pelaksanaan penyembelihan hewan qurban. (ft red).

METROPOS.ID || SEMARANG – Suasana Hari Raya Idul Adha di Candi Persil RT 05/RW 03 Kelurahan Kaliwiru, Kec. Candisari, Kota Semarang terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bila ditahun sebelumnya warga hanya menerima jatah pembagian daging kurban dari masjid di wilayah setempat, di Idul Adha 1447 Hijriyah atau 2026 ini warga mendapatkan amanah untuk menyembelih 24 ekor kambing. Kegiatan penyembelihan hewan kurban dilakukan sejak pagi hari usai warga melaksanakan Shalat Id, Rabu (27/5/206).

Ketua RT setempat, Sugi Heri mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme dan kepedulian warga yang dengan semangat melaksanakan amanah dari yang menitipkan hewan kurban untuk disembelih di lingkungan RT 05/RW 03 Kaliwiru.

“Alhamdulillah, tahun ini di lingkungan kami RT 05/RW 03 mendapatkan amanah dari shohibul qurban atau mudhohi untuk disembelih di lingkungan RT 05, antara lain dari BMT Puspa Artha Syariah 12 ekor, DAM haji 7 ekor serta dari Jamaah Manakib Semoyo Endow dan beberapa warga RT 05 dengan jumlah keseluruhan 24 ekor kambing,” ungkap Sugi Heri yang sudah 30 tahun lebih menjabat sebagai Ketua RT.

Sugi Heri berharap semangat kebersamaan dan kegotongroyongan yang tercipta pada Hari Raya Idul Adha ini dapat terus terjaga dan berlanjut di tahun yang akan datang dengan dilandasi semangat gotongroyong dan kebersamaan.

Perlu diketahui, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di lingkungan RT 05/RW 03 Kelurahan Kaliwiru tak lepas dari peran sosok Ketua PCM Candisari 1, yang juga pengurus KBIH Kota Semarang, Ari Puji Waluyo.

“Pada hari ini, 10 Dzulhijjah 1447 H, LazisMu PCM CANDISARI 1 menerima amanah penyembelihan DAM Tamatu’ dari Jama’ah Haji KBIH Muhammadiyah yang tergabung dalam Kloter 28 SOC yang dibagikan di beberapa wilayah, termasuk di RT 05/RW 03 Kelurahan Kaliwiru ini,” ujar Ari di sela kegiatan penyembelihan hewan kurban.

Ari menjelaskan, dasar pendistribusian hewan kurban dari DAM Tamatu’ ini sesuai dengan fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid PP (Pimpinan Pusat) Muhammadiyah yang mengeluarkan fatwa penting terkait praktik ibadah haji, yakni mengenai penyembelihan DAM di tanah air. Majelis Tarjih dan Tajdid berpendapat bahwa pemindahan tersebut boleh secara syari. Fatwa tersebut ditetapkan di Yogyakarta pada 24 Ramadan 1447 H bertepatan dengan 13 Maret 2026 M, dan secara resmi ditandatangani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Dari total jama’ah 360 orang jama’ah, sejumlah 210 orang jamaah melaksanakan penyembelihan DAM Tamatu di Tanah Suci, sedangkan sisanya sebanyak 150 orang jamaah melaksanakan penyembelihan DAM Tamatu di Tanah Air yang pelaksanaannya dilaksanakan tersebar di seluruh PCM yangg ada di Kota Semarang. Yang salah satu diantaranya dilaksanakan di PCM CANDISARI 1.

Meski terdapat Pro dan Kontra dikalangan ulama terkait penyembelihan DAM ditanah air, Tarjih Muhammadiyah berpendapat bahwa Persoalan lokasi penyembelihan DAM bukanlah termasuk dalam hal yang bersifat Ta’abbudi, namun Ta’aqquli dan dapat dianalisis melalui Ta’lil Al-ahkam (penalaran hukum), serta Maqashid Al-Syariah (tujuan hukum).

Melalui fatwanya, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menetapkan beberapa hal berikut :

a. Menetapkan bahwa pengalihan lokasi penyembelihan hewan DAM dari Tanah Haram ke tanah air (Indonesia) adalah sah secara syar’i dalam kondisi saat ini demi mewujudkan kemaslahatan umat yang lebih besar dan menghindari kemubaziran.

b. Pelaksanaan penyembelihan di tanah air harus tetap mengikuti ketentuan waktu, guna menjaga integritas ibadah sebagai bagian dari rangkaian manasik haji.

c. Hewan yang disembelih harus memenuhi kriteria syar’i baik dari segi jenis, usia, maupun kesehatan. Dana jemaah harus dikelola sebagai amanah yang utuh tanpa dikurangi, kecuali untuk biaya operasional distribusi yang wajar dan transparan.

d. Distribusi daging hasil penyembelihan DAM di tanah air wajib diprioritaskan bagi Al-bis Al-faqr (orang-orang yang sangat sengsara dan fakir) serta wilayah-wilayah yang mengalami krisis gizi (stunting) dan kemiskinan ekstrem di pelosok Nusantara.

Penyembelihan DAM/Hadyu di PCM Candisari 1 di laksanakan oleh Tim KL Candisari 1 bertempat di Ranting Kaliwiru, RT 05/RW 03 Kaliwiru, Kec. Candisari, Kota Semarang dengan melibatkan masyarakat sekitar. Antusiasme luar biasa dari warga RT 05lRW 03 sangat terasa terlihat dari kekompakan dan dukungan masyarakat dalam kegiatan ini. Masyarakat benar-benar dapat merasakan manfaat penyembelihan DAM di tanah air ini.

Doa tulus dari warga pun dipanjatkan semoga jama’ah haji khususnya kloter 28 SOC beroleh haji mabrur. (red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed