Hujan deras saat Boyolali Night Carnival 2026, yang menjadi puncak perayaan Hari Jadi Kabupaten Boyolali ke-179.(ft Taufik).
METROPOS.ID II BOYOLALI – Hujan deras yang mengguyur kawasan Simpang Siaga Boyolali pada Sabtu malam (13/6/2026) tidak mampu meredupkan kemeriahan Boyolali Night Carnival 2026, yang menjadi puncak perayaan Hari Jadi Kabupaten Boyolali ke-179.
Dengan mengusung tema “Boyolali Bersolek, Merawat Tradisi, Memoles Potensi”, ribuan masyarakat tetap memadati sepanjang rute karnaval untuk menyaksikan berbagai penampilan seni dan budaya dari seluruh kecamatan di Kabupaten Boyolali.
Bahkan saat hujan turun semakin deras, para peserta tetap tampil penuh semangat mempersembahkan tarian tradisional dan atraksi budaya di hadapan masyarakat serta tamu undangan. Pemandangan tersebut menjadi bukti kuat bahwa kecintaan terhadap budaya dan semangat merayakan Hari Jadi Boyolali jauh lebih besar daripada cuaca yang kurang bersahabat.
Di panggung kehormatan, Bupati Boyolali beserta jajaran Forkopimda dan tamu undangan juga tampak bertahan di bawah payung sambil menyaksikan jalannya acara hingga selesai. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap para peserta yang tetap tampil maksimal meski harus berjuang di tengah guyuran hujan.
Boyolali Night Carnival mengambil rute dari Pendopo Kabupaten Lama Boyolali menuju Taman Pandanalas dengan pusat kegiatan berada di kawasan Simpang Siaga. Setiap kecamatan menampilkan kekayaan budaya, kesenian daerah, hingga hasil bumi unggulan yang menjadi potensi masing-masing wilayah.
Antusiasme masyarakat terlihat luar biasa. Sejak selepas Magrib, warga telah berdatangan untuk mendapatkan posisi terbaik menyaksikan parade budaya tersebut. Meski pakaian basah kuyup dan hujan turun tanpa henti, ribuan warga tetap bertahan hingga acara berakhir.
Selain Night Carnival, rangkaian Hari Jadi Kabupaten Boyolali ke-179 juga dimeriahkan dengan Festival Soto Nusantara, pertunjukan seni budaya, serta penampilan sejumlah artis dan kelompok kesenian lokal yang berlangsung sejak awal Juni 2026.
Perayaan tahun ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa Boyolali memiliki kekayaan budaya, tradisi, dan potensi daerah yang terus dijaga serta dikembangkan. Hujan deras malam itu justru menjadi saksi semangat masyarakat Boyolali dalam merawat tradisi dan menyongsong masa depan daerah yang lebih maju.(Taufik/red).











Komentar