Kapolres Grobogan yang lama AKBP Ike Yulianto secara simbolis menyerahkan kunci kepada Kapolres yang baru AKBP Endhie Pratama.(ft doc).
METROPOS.ID II GROBOGAN – Pucuk pimpinan Polres Grobogan yakni AKBP Ike Yulianto harus menyerahkan tongkat komandonya kepada AKBP Endhie Pratama melalui upacara pedang pora yang berlangsung khidmat di Markas Polres Grobogan, Jumat (3/7/2026).
Rangkaian upacara farewell and welcome parade ini dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU), para Kapolsek, perwira, personel, ASN Polri, serta pengurus Bhayangkari Cabang Grobogan.
Simbolisasi Pengabdian dan Kelanjutan Organisasi
Prosesi dimulai dengan penyambutan hangat AKBP Endhie Pratama beserta istri, Ny. Maya Pratama, oleh AKBP Ike Yulianto dan Ny. Ratih Ike Yulianto. Tradisi pedang pora yang digelar bukan sekadar seremonial, melainkan simbol penghormatan sekaligus harapan besar agar kepemimpinan yang baru dapat terus meningkatkan mutu perlindungan, pengayoman, dan pelayanan prima kepada masyarakat Kab. Grobogan.
Usai tradisi pedang pora, dilakukan penyerahan kunci Mapolres Grobogan secara simbolis. Penyerahan ini menegaskan berpindahnya tanggung jawab amanah dan kelanjutan roda organisasi di wilayah hukum Polres Grobogan.
Agenda dilanjutkan dengan Apel Besar di Lapangan Tribrata Polres Grobogan. Momen ini menjadi ajang perpisahan bagi AKBP Ike Yulianto sekaligus perkenalan resmi AKBP Endhie Pratama di hadapan seluruh personel.
Dalam arahan terakhirnya, AKBP Ike Yulianto mengucapkan terima kasih atas dedikasi seluruh jajaran selama satu setengah tahun masa kepemimpinannya.
Ia menjelaskan bahwa serah terima jabatan (sertijab) secara struktural telah dilaksanakan sehari sebelumnya di hadapan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo.
“Atas nama pribadi, saya mengucapkan selamat datang kepada Kapolres Grobogan yang baru, AKBP Endhie Pratama. Di hadapan Bapak adalah representasi personel yang siap mendukung penuh kebijakan kepemimpinan Anda,” ucap AKBP Ike Yulianto.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama memimpin terdapat kebijakan atau tindakan tegas yang kurang berkenan, menegaskan seluruh langkah yang diambil semata-mata demi kemajuan institusi. Pada kesempatan tersebut, AKBP Ike Yulianto secara simbolis menyerahkan estafet komando atas 1.133 personel Polres Grobogan.
“Saya meyakini seluruh jajaran di sini para Kabag, Kasat, Kapolsek, hingga brigadir memiliki militansi, profesionalisme, dan dedikasi yang tinggi untuk mendukung program Kapolres yang baru,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama dalam sambutan perdananya mengungkapkan rasa hormat yang mendalam kepada pendahulunya. Ia menyebut AKBP Ike Yulianto sebagai rekan satu angkatan sejak masa pendidikan kepolisian di Akpol, PTIK, hingga Sespimmen.
“Sebuah kebanggaan bagi saya dapat melanjutkan estafet kepemimpinan dari sahabat saya sendiri. Saya mengapresiasi tinggi berbagai capaian yang telah ditorehkan di bawah kepemimpinan AKBP Ike Yulianto,” ungkap AKBP Endhie.
AKBP Endhie berkomitmen untuk menjaga soliditas internal dan melanjutkan berbagai program strategis yang telah berjalan demi mewujudkan Polri yang Presisi.
“Kami memohon dukungan dari seluruh personel dan masyarakat Grobogan. Bersama-sama, kita akan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.
Rangkaian acara ditutup dengan pelepasan AKBP Ike Yulianto beserta istri menuju tempat tugas yang baru, diiringi rasa hormat dan kekeluargaan dari seluruh keluarga besar Polres Grobogan.
Sementara itu babak baru Polres Grobogan dengan pemimpin yang baru tentunya menjadi tantangan bagi AKBP Endhie Pratama selaku Kapolres Grobogan yang baru, tentunya harus menyelesaikan PR (Pekerjaan Rumah) yang ditinggalkan Kapolres yang lama, salah satunya adalah MBG (Makanan Bergizi Gratis) yakni kasus keracunan massal dengan jumlah kurang lebih 800 an orang yang sempat viral diberbagai medsos (media sosial).
Mampukah Kapolres Grobogan yang baru menyelesaikan kasus keracunan massal? Saat ini masyarakat Grobogan menunggu langkah tegas Kapolres Baru.(red).










Komentar