oleh

VIRAL! Pemuda Pekalongan Sulap Curug Tersembunyi Jadi Wisata Canyoning Ekstrem, Adrenalin Dijamin Terpacu!

Salah satu destinasi wisata petualangan ekstrem yang mulai diburu para pencinta adrenalin.(ft kmit).

METROPOS.ID || KAJEN – Siapa sangka, sebuah curug yang tersembunyi di tengah lebatnya hutan Desa Kutorojo, Kec. Kajen, Kab. Pekalongan, Jawa Tengah kini menjelma menjadi destinasi wisata petualangan ekstrem yang mulai diburu para pencinta adrenalin.

Berbekal semangat, kreativitas, dan kecintaan terhadap alam, sekelompok pemuda yang tergabung dalam Tim Kumbang Alang-Alang berhasil mengubah potensi alam yang selama ini belum banyak dikenal menjadi Blanten Canyoning, sebuah wisata ekstrem yang menawarkan pengalaman menuruni tebing air terjun menggunakan tali dengan panorama pegunungan yang masih alami.

Wisata ini menghadirkan sensasi berbeda dibanding destinasi wisata pada umumnya. Para peserta diajak menjelajahi aliran sungai pegunungan, menyusuri jalur hutan, hingga melakukan teknik rappelling di tebing curug dengan didampingi instruktur berpengalaman.

Pengelola Blanten Canyoning, Riki Pujianto, mengatakan gagasan menghadirkan wisata canyoning muncul setelah timnya melihat besarnya potensi alam yang dimiliki Desa Kutorojo.

“Awalnya kami melihat banyak potensi alam yang bisa dikembangkan. Kebetulan beberapa teman memang memiliki kemampuan di bidang canyoning. Dari yang awalnya hanya menjadi aktivitas komunitas, sekarang berkembang menjadi wisata yang bisa dinikmati masyarakat,” kata Riki, Minggu (5/7/2026).

Menurutnya, aktivitas outdoor tersebut sebenarnya sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Namun layanan open trip baru resmi dibuka pada awal tahun 2026 setelah dokumentasi kegiatan mereka viral di media sosial.

“Awalnya hanya bermain bersama teman-teman. Kemudian ada yang mengunggah kegiatan kami ke Instagram. Respons masyarakat ternyata sangat positif sehingga akhirnya kami membuka open trip secara umum,” jelasnya.

Dengan tarif Rp185 ribu per orang, peserta sudah mendapatkan paket lengkap mulai dari makan siang hingga perlengkapan keselamatan berstandar aktivitas outdoor.

Peralatan yang disediakan meliputi body harness, karabiner, figure, sepatu khusus, helm, serta perlengkapan pendukung lainnya. Tim penyelenggara juga menyiapkan fasilitas P3K standar demi menjaga keamanan seluruh peserta selama kegiatan berlangsung.

“Semua perlengkapan sudah kami sediakan sehingga peserta tinggal datang dan menikmati pengalaman canyoning dengan aman,” tambahnya.

Open trip Blanten Canyoning dibuka setiap awal bulan dan biasanya dilaksanakan pada akhir pekan maupun hari libur nasional. Informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui akun Instagram Kumbang Alang-Alang dan Blanten Canyoning.

Tak hanya menawarkan olahraga ekstrem, wisata ini juga menyuguhkan panorama alam yang memanjakan mata. Salah satu lokasi favorit adalah Curug Bendang Luhur, yang menjadi titik utama aktivitas canyoning.

Sepanjang perjalanan menuju curug, peserta akan disuguhi pemandangan lembah hijau, udara pegunungan yang sejuk, serta hutan alami yang masih sangat asri.

Saat malam tiba, kawasan ini bahkan menyajikan panorama lampu-lampu dari wilayah Kajen, Kesesi, Karanganyar, dan daerah sekitarnya yang terlihat berkilauan dari ketinggian.

“Kami ingin memperkenalkan keindahan alam Desa Kutorojo kepada masyarakat luas. Tidak hanya canyoning, kawasan ini juga cocok untuk hiking dan menikmati suasana pegunungan yang masih alami,” lanjut Riki.

Salah seorang peserta, Olga, mengaku mendapatkan pengalaman yang benar-benar berbeda setelah mencoba wisata canyoning tersebut.

Menurutnya, sensasi menuruni tebing air terjun menggunakan tali menjadi pengalaman yang menegangkan sekaligus menyenangkan.

“Seru sekali. Tadi kami naik ke atas tebing terlebih dahulu, lalu turun menggunakan tali. Pengalaman seperti ini baru pertama kali saya rasakan,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh tim instruktur yang dinilai sangat profesional dalam memberikan pendampingan selama kegiatan berlangsung.

“Instrukturnya sangat suportif. Semua peserta diberikan arahan sejak awal sehingga kami merasa aman selama mengikuti kegiatan,” ungkapnya.

Olga berharap semakin banyak masyarakat yang datang untuk merasakan sensasi petualangan di tengah hutan sekaligus menikmati keindahan alam yang masih terjaga.

Dengan hadirnya Blanten Canyoning, Desa Kutorojo kini tidak hanya dikenal sebagai kawasan pegunungan yang asri, tetapi juga mulai mencuri perhatian sebagai destinasi wisata petualangan baru di Kab. Pekalongan yang berpotensi menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.

Perpaduan antara tantangan olahraga ekstrem, panorama alam yang memukau, serta pengelolaan oleh pemuda-pemuda kreatif menjadi bukti bahwa potensi wisata desa dapat berkembang menjadi destinasi unggulan apabila dikelola secara profesional.(kmit/red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed