METROPOS.ID || KOTA TEGAL – Puluhan peserta yang terdiri dari perwakilan mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (Ubinus) Tegal, Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (Hebitren) dan Generasi Baru Indonesia (GenBi) mengikuti kegiatan Training of Trainner (ToT) Konten dan Dai Ekonomi Syariah (Eksyar) yang merupakan bagian dari rangkaian Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa yang akan di laksanakan di Surabaya.
Training of Trainer (ToT) Konten dan Dai Ekonomi Syariah tersebut di gelar di Hotel Khas Tegal, Kamis (3/9/2026). Kegiatan ini menjadi rangkaian persiapan menuju Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa di Surabaya.
Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah atau Mba Iin membuka kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal yang menggandeng berbagai elemen muda untuk memperkuat literasi ekonomi dan keuangan syariah.
Menurut Mba Iin, ekonomi syariah memiliki cakupan luas dan tidak sebatas persoalan lembaga keuangan. Nilainya juga berkaitan dengan aktivitas transaksi, pengelolaan usaha, keuangan, pemilihan produk hingga penerapan etika dalam menjalankan bisnis.
Ia berharap peserta mampu membawa pemahaman tersebut ke tengah masyarakat dengan cara komunikasi yang sederhana dan relevan, terutama melalui kanal digital.
“Peserta ini saya harapkan bisa menjadi dai yang ikut menyiarkan ekonomi syariah,” kata Mba Iin.
Harapan lainnya, para peserta tidak berhenti pada kegiatan pelatihan atau kompetisi. Mereka di harapkan menjadi komunikator sekaligus penggerak yang mampu memberikan edukasi ekonomi syariah secara berkelanjutan.
Kepala KPwBI Tegal, Bimala, menyampaikan kolaborasi Bank Indonesia dan MES Tegal menjadi langkah strategis untuk meningkatkan wawasan serta keterampilan peserta dalam menyampaikan literasi ekonomi dan keuangan syariah.
Ia menyebut perkembangan ekonomi syariah Indonesia terus menunjukkan kemajuan dan menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai kebijakan ekonomi syariah Bank Indonesia, pengelolaan keuangan dan industri jasa keuangan syariah, serta teknik membuat konten media sosial yang menarik dan efektif.
Bimala menilai media sosial kini menjadi ruang penting untuk menyampaikan edukasi. Karena itu, pesan ekonomi syariah perlu di kemas secara kreatif, kekinian, mudah di pahami, sekaligus tetap berlandaskan prinsip syariat.(her/red).











Komentar