oleh

Bupati Pekalongan Terima Manggala Karya Kencana dari BKKBN

METROPOS.ID, KAB. PEKALONGAN – Kepala Perwakilan BKKBN Jateng Martin Suanta SE.,M.Si menyerahkankan penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) kepada Wabup Pekalongan Ir. Arini Harimurti yang mewakili Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si  di  Kampung KB Ds. Logandeng, Kec. Karangdadap, Rabu (9/9/2020) pagi.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si menerima penghargaan atas prestasi yang menonjol dan komitmen serta kepemimpinannya dalam menggerakkan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana untuk Terwujudnya Keluarga Berkualitas dan Penduduk Tumbuh Seimbang.

Penghargaan tersebut dirangkaikan dengan launching Kampung KB CoE. Hadir dalam acara tersebut Ketua TP PKK Kab. Pekalongan Dra. Munafah Asip Kholbihi, para kepala OPD, Plt Dinas PMD P3A dan PPKB  Drs Muchlisin, Kepala Bank Jateng Kajen Guirin Nugroho, Unsur Forkompimda, Camat Karangdadap serta forkopimcam.

Martin Suanta menyampaikan penilaian mencakup 2 aspek, yaitu dukungan komitmen dan aspek Program  Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

“Atas nama pemerintah RI saya mengucapkan selamat kepada Bupati dan Wabup Pekalongan atas dukungan dan komitmen terhadap program Bangga Kencana di Kab. Pekalongan. Saya harap kerja keras Bupati dan Wabup tidak berhenti sampai disini dan penghargaan ini akan jadi pemicu,  semangat untuk terus memberikan dukungan terhadap program Bangga Kencana karena keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat, merupakan wahana pertama dan utama bagi penyemayam karakter bangsa,” ujar Martin.

Martin berharap semua momentum penganugerahan penghargaan MKK tersebut dapat dijadikan daya ungkit bagi sinergitas kemitraan antara BKKBN, pemerintah provinsi, dan pemda khususnya Kab. Pekalongan, serta mitra kerja lainnya untuk mewujudkan Indonesia sejahtera.

“Dan saya juga menghaturkan terimakasih kepada Wabup dalam hal ini Bupati Pekalongan, atas dukungan dan komitmen yang kuat terhadap program kampung KB khususnya,” lanjutnya.

Dikatakan pula Kampung KB merupakan  episentrum karena menjadi miniatur kegiatan sinergi di berbagai elemen masyarakat.

“Saya harap setelah dibentuk kampung KB ini semakin dapat memberikan akses kemudahan informasi memberikan pelayanan dan kontribusi yang maksimal dalam program Bangga Kencana sehingga  menjadi motor penggerak partisipasi semua pihak dalam penggerakan masyarakat,” pintanya.

Dalam kesempatan tersebut Martin juga mengapresiasi semua jajaran Bupati, Wabup, Ketua TP PKK, juga dinas terkait yang telah mencapai 128 % pelayanan sejuta akseptor pada satu hari pada tanggal 29 Juni lalu, dimana telah tercapai secara nasional 1,4 juta pelayanan akseptor langsung.

Wabup Pekalongan Ir Arini Harimurti atas nama Pemda menyampaikan terimakasih kepada BKKBN, dalam hal ini BKKBN Pusat maupun Perwakilan Jateng yang telah memberikan penghargaan.

“Semoga penghargaan ini menjadi motivasi kami untuk senantiasa meningkatkan kegiatan-kegiatan  kependudukan maupun KB,“ kata Arini.

Menurutnya hal ini merupakan bukti masyarakat Kab. Pekalongan tertib di dalam kependudukan, tinggi animonya pada program KB dan mendukung penuh upaya-upaya yang dilakukan untuk membangun setiap keluarga menjadi lebih berdaya, mandiri, dan sejahtera.

Dengan diresmikannya kampung KB bahagia menjadi Kampung KB percontohan, Arini berharap kampung KB dapat diimplementasikan sebagai salah satu kegiatan inovatif dengan intervensi berbagai kegiatan prioritas lintas sector.

Arini  menjelaskan bahwa berbagai kegiatan prioritas yang dilaksanakan di kampung KB harus melibatkan seluruh  mitra kerja dan para pemangku kepentingan serta partisipasi aktif masyarakat di lokasi kampung KB itu sendiri. Kampung KB harus diintervensi secara holistic dan integratif oleh lintas sector secara bersama-sama dengan berlandaskan gotong royong. Diharapkan kampung KB akan memberikan dampak nyata serta memberi manfaat secara  langsung kepada masyarakat.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  Provinsi Jateng Dra. Retno Sudewi, Apt, MM., M.Si mengungkapkan pelayanan di kampung KB bukan berarti untuk pelayanan KB saja, pihaknya berharap dalam pelayanan kampung KB nanti bisa mengangkat kasus-kasus seperti stunting dan pencegahan perkawinan usia anak.

“Menurut data, di Jateng memang sudah menurun tapi untuk level nasional menurunnya lebih drastis, sehingga lama-lama kalau kita tidak menekan, itu bisa melebihi angka nasional,“ jelas Retno.

Untuk itu pihaknya berharap dengan program dari tim penggerak PKK  yang bekerjasama dengan beberapa unsur bisa menekan angka perkawinan.

Selain itu di Kampung KB nanti juga diharapkan diisi dengan beberapa kegiatan untuk pemberdayaan ekonomi perempuan Retno memaparkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan atnak Provinsi Jateng sudah memulai untuk melakukan peningkatan produktifitas ekonomi perempuan pada masa pandemic ini, yaitu dengan melibatkan 17.000 perempuan rentan.

”Allhamdulilah dari 17 ribu itu, Kader PKK yang terlibat ada 58 % nya. Dan dari 2 kegiatan telah menghasilkan 2.500.000 masker, juga 2.200.000 face shield,” terangnya.

Kades Logandeng, Kusnoto mengungkapkan dengan adanya kegiatan Kampung KB di desanya keikutsertaan KB mulai meningkat. Disamping itu kegiatan lain seperti untuk peningkatan taraf hidup warga juga mulai mengalami peningkatan. (Mit/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed