METROPOS.ID, DEMAK – Putusnya jembatan sepanjang 40 meter dengan lebar 2 meter tersebut disebabkan tidak kuatnya salah satu pilar pondasi menahan arus air sungai shootcut saat banjir yang terjadi beberapa hari yang lalu.
Akibat kejadian tersebut jajaran Polsek Mranggen bersama Koramil dibantu jajaran perangkat Desa Kebonbatur dan warga masyarakat Dukuh Dongko melakukan kerja bhakti tanggap bencana membersihkan tumpukan sampah yang tersumbat di kolong jembatan, Sabtu (7/11/2020).
Jembatan penghubung antar desa yang sekaligus penghubung antar Kab. Demak dengan Kab. Semarang yang berada di Dk. Dongko, Ds. Batursari, Kec. Mranggen mengalami penurunan struktur bangunan (amblas) hingga mengakibatkan putus pada bagian tengah jembatan hingga tidak bisa dilalui kendaraan bermotor.
“Jembatan dongko dibangun 1990 kali kedua ini pertama tahun 2017 dan tahun 2020, kali ini yang terparah,” terang Kades Kebonbatur M. Fauzi.
Sebagai orang nomor satu di jajaran pemerintahan desa kebonbatur, lanjut M. Fauzi, pihaknya sudah 4 kali mengajukan permohonan perbaikan jembatan dongko kepada instansi terkait, dalam hal ini PU Kab. Demak dan BBWS Pemali Juwana, meski sudah diajukannya proposal tersebut tidak ada tindaklanjutnya.
“Kita sudah buat proposal 4 kali dan tidak ada tindaklanjutnya, padahal jembatan ini merupakan akses ekonomi warga serta jalur lintas kabupaten,” tutur Kades Kebonbatur.
Sementara itu menurut Kapolsek Mranggen Iptu M. Sigit Hadi Kiswanto, SE mengatakan, Polsek Mranggen bersama Koramil 12/Mranggen melakukan giat bersama pembersihan sampah yang tersumbat ditiang jembatan yang putus agar aliran sungai tidak meluber ke pemukiman warga, mengingat musim penghujan baru saja dimulai dipenghujung tahun 2020 ini.
“Tanggap bencana terus kita lakukan, dengan kerjabakti bersihkan sampah yang ada dapat mengantisipasi banjir,” imbuh Kapolsek. (Tutik/Red).












Komentar