oleh

Gempar! Ditemukan Mayat Pria Dicor dan Ditimbun Pasir Di Semarang

TKP saat dipasangi police line (Foto Kur)

Metropos.id, Semarang – Warga Jalan Mulawarman Raya RT 1/RW 1 Kelurahan Keramas, Kec Tembalang, Kota Semarang digemparkan adanya mayat laki – laki dalam keadaan dicor dan ditimbun pasir, di selokan/saluran air kecil samping toko isi ulang air galon dan penjualan gas elpiji AHS Arga Tirta, Senin (8/5/2023).

Adapun Kapolsek Tembalang Polrestabes Semarang Kompol Wahdah Maulidiawati, menyampaikan kronologi awalnya saat karyawan toko bernama Yuli (43) datang ke toko dan membuka pintu, tercium bau busuk yang menyengat, kemudian laporan ke Polsek Tembalang dan ditindaklanjuti petugas ke lokasi.

“Saat masuk ke dalam Mbak Yuli mencium bau menyengat, akhirnya laporan, kemudian kita cek ternyata ada mayat laki-laki, dengan kondisi sudah dicor semen lalu ditutupin (ditimbun) pasir, dimasukan selokan. Yang kelihatan hanya kakinya saja,” ujarnya di lokasi kejadian.

Untuk saat ini kata Kapolsek, saksinya ada 2 orang, yaitu karyawannya dan pemilik tempat usaha yang disewa. Dan korban meninggal dunia bernama Iwan Hutagalung (54), saat ini sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Kariadi Semarang.

Sementara itu Ismargono, istri pemilik toko yang dikontrak korban mengungkapkan, sebenarnya sudah sejak hari Sabtu kemarin (6/5/2023), mencium bau layaknya bangkai, namun dikira bau itu bau bangkai kucing atau tikus.

“La saya kira kan bau bangkai kucing atau tikus, karena di sini kan juga banyak kucing liar, ya makanya tak abaikan. Karena Pak Iwan (korban) kan setahu Saya luar kota. Lalu Pak Margono (suaminya), bersama Mbak Yuli mencari sumber baunya. Kemudian dipojokkan sana (pojok selokan sebelah kanan) ternyata terlihat kakinya. Trus Bapake (suaminya) tak minta lapor ke Polsek (Tembalang) diantar Pak Bhabin,” ungkapnya.

Komunikasi terakhir dengan Mbak Yuli (karyawannya) malam Kamis atau Rabu malam (3/5/2023), tapi karena masih ada satu karyawan laki-laki baru satu bulan bekerja, maka tidak menjadi khawatir.

“Tadi saya juga tanya Mbak Yuli, kalau karyawan laki-laki itu namanya Husen, asal Banjarnegara (Jawa Tengah). Tapi sebelumnya, saat Mbak Yuli membelikan token (pulsa) listrik karena habis. Dipasrahi (dikasih) kunci-kunci sama Husen. Ya kunci kendaraan dan lain-lain, karena Saya kurang paham ya mas, intinya kunci-kunci. Itu pas Husen mau pulang ke Banjarnegara dan masih nunggu travel. Itu terjadi Sabtu malam (6/5/2023),” terangnya.

Masih kata Ismargono, korban sudah kontrak toko sebagai usaha air isi ulang galon di TKP itu, sudah hampir 3 tahun. (Kur/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed