Saat tumpengan di Kec. Candisari peringati pertempuran 5 hari di Semarang (Ft wib)
METROPOS.ID II Semarang – Memeringati Pertempuran 5 hari di Kota Semarang, Kec. Candisari, gelar tasyakuran dan doa bersama, Jumat sore (13/10/2023) di Balai Kec. Candisari Jl. Kesatrian Kota Semarang.
Tasyakuran dipimpin Camat Candisari dan diikuti seluruh jajaran kasi, kasubag dan staff Kec. Candisari, Forum LPMK, PPK serta Panwascam Candisari.
Mengawali tasyakuran, dibacakan doa dipimpin Sekcam Candisari, Suharyono, dilanjutkan dengan pembacaan naskah kilas balik peristiwa pertempuran 5 hari di Kota Semarang dibacakan oleh Moch. Rustamadjie, Ketua Forum LPMK Kec. Candisari.
Dalam kutipan peristiwa pertempuran 5 hari di Kota Semarang disebutkan terjadi pada tanggal 14 hingga 19 Oktober 1945 antara pasukan Indonesia dan pasukan Sekutu (dalam hal ini pasukan Britania Raya) yang datang untuk menduduki kembali wilayah yang telah diduduki oleh Jepang selama perang dunia II.
Pada masa itu, setelah Jepang menyerah, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Namun Sekutu ingin memulihkan kekuasaannya di wilayah ini. Hal ini menyebabkan konflik antara pasukan Indonesia dengan pasukan Sekutu.
Di Semarang, pada tanggal 14 Oktober 1945 terjadi pertempuran antara pasukan Indonesia yang terdiri dari tentara, milisi dan warga sipil dengan pasukan Sekutu, terutama Britania Raya yang mencoba merebut kembali kota ini dari tangan pemerintah Republik Indonesia.
Pertempuran berlangsung selama 5 hari dengan sengit. Pada akhirnya pasukan Indonesia dipaksa mundur dan Kota Semarang jatuh ke tangan Sekutu. Setelah pertempuran, Kota Semarang berada dibawah kendali Sekutu untuk beberapa waktu.
Pertempuran 5 Hari di Semarang adalah salah satu dari banyak konflik yang terjadi selama periode Revolusi Nasional Indonesia. Ini menunjukkan determinasi dan semangat perjuangan para pejuang Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaannya dari campur tangan asing.
Camat Candisari, Eka Kriswati kepada metropos.id usai tasyakuran mengatakan, tasyakuran yang digelar secara sederhana di lingkup Kec. Candisari diharapkan dapat memberikan makna kepada generasi muda sebagai penerus bangsa dalam menghargai perjuangan para pejuang yang telah gugur merebut kemerdekaan Indonesia.
“Dengan tasyakuran sederhana memeringati pertempuran 5 Hari di Kota Semarang ini kami berharap generasi muda sebagai penerus bangsa tidak melupakan sejarah perjuangan di tanah air termasuk di Kota Semarang ini,” ucap Eka.
Selain itu diharapkan Camat mantan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan ini, momentum tasyakuran mengenang kembali pertempuran 5 Hari di Kota Semarang selain sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa diharapkan juga dapat memberikan motivasi sekaligus memacu semangat generasi muda penerus bangsa khususnya di Kota Semarang untuk lebih bersemangat mengisi kemerdekaan dengan karya nyata dan berdayaguna mewujudkan Kota Semarang semakin hebat.
Tasyakuran peringatan pertempuran 5 Hari di Kota Semarang, Kec. Candisari diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Camat Candisari dan diberikan kepada Ketua PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) Candisari, Vero Pramadini dengan harapan jalannya Pemilu 2024 di Kota Semarang khususnya Kec. Candisari dapat berjalan dengan aman dan kondusif.
“Meski berbeda pilihan, semoga Pemilu 2024 dapat berjalan aman, kondusif, tak ada gesekan antar sesama peserta pemilu,” pungkas Eka Kriswati saat menyerahkan potongan tumpeng. (wib/red).












Komentar