Penyerahan simbolis santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan Kota Semarang (Ft Wib)
METROPOS.ID II Semarang – Pelayanan publik akhir pekan dan malam hari Kec. Candisari, Kota Semarang terlihat berbeda dengan pelaksanaan sebelum-sebelumnya. Kemeriahan tersebut tak lain dengan hadirnya ibu-ibu lansia yang akan mengikuti lomba senam sehat lansia se-Kec. Candisari.
Sebanyak 17 grup senam lansia dari 7 kelurahan se-Kec. Candisari akan unjuk kebolehan memeragakan kekompakan, keserasihan serta keindahan gerak tubuh dihadapan 3 juri yang menilai di acara layanan publik akhir pekan dan malam hari, Sabtu (7/10/2023) yang dimulai pada pukul 07.30-12.00 WIB dilanjutkan malam hari pukul 19.00-22.00 WIB.
Camat Candisari, Eka Kriswati, SH MM dalam sambutannya mengawali salam dan menyapa seluruh peserta lomba senam lansia dan memberikan semangat untuk mengikuti lomba senam lansia.
Tak lupa Camat Eka menyampaikan pesan dan salam dari Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang kepada peserta lomba senam lansia yang hebat untuk senantiasa sehat, bugar, produktif dan bahagia.
“Tua boleh, renta jangan,” ucap Eka memberikan semangat kepada peserta lomba senam lansia di Kec. Candisari, Sabtu (7/10/2023) pagi.
Setelah lomba senam lansia yang saat ini dilaksanakan bareng dengan program pelayanan publik akhir pekan dan malam hari, kedepan Kec. Candisari akan melaksanakan lomba fashion show berbahan limbah.
Selain itu disampaikan Eka, saat ini semua lembaga yang ada di kelurahan yaitu RT, RW, LPMK (Ketua dan Sekretaris) telah dimasukkan dalam program jaminan BPJS Ketenagakerjaan sebagai jaminan kecelakaan kerja dan kematian.
Ditempat sama usai penyerahan santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cab. Kota Semarang diwakili Dino Arliya mengatakan, santunan dari BPJS Ketenagakerjaan adalah program Pemkot Semarang dalam memberikan jaminan asuransi kepada Ketua RT, RW, LPMK berikut sekretaris jika mengalami kecelakaan dan kematian.
“Jadi tadi itu kita menyerahkan santunan kepada ahli waris dari ketua RT yang meninggal dunia. Dan besarannya untuk yang meninggal dunia 42 Juta,” ujar Dino kepada metropos.id.
Hal ini dijelaskan Dino, merupakan komitmen Pemkot Semarang dalam memberikan perlindungan program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para Ketua RT, RW, LPMK dan sekretarisnya berupa jaminan sosial kecelakaan kerja.
Dijelaskannya, Kec. Candisari hingga saat ini ada 8 klaim jaminan kematian yang sudah masuk di BPJS Ketenagakerjaan Kota Semarang. Sedangkan untuk Kota Semarang klaim yang masuk sesuai data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A) Kota Semarang tercatat sebanyak 78 orang.
“Untuk saat ini semua pengurus RT, RW dan LPMK (Ketua dan Sekretaris) sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Jadi kalo ada perangkat RT/RW/LPMK yang sudah terdaftar tadi meninggal dunia atau mengalami kecelakaan kerja maka berhak mendapatkan santunan dan manfaat dari kami (BPJS Ketenagakerjaan),” beber Dino.
Diterangkan Dino, sesuai peraturan Wali Kota Semarang, untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi perangkat RT, RW dan LPMK ditetapkan sebesar Rp. 15.309,-.
Adapun penyerahan santunan kepada 3 orang ahli waris perangkat RT yang telah meninggal dunia diserahkan secara simbolis berbarengan acara pelayanan publik akhir pekan dan malam hari di Kec. Candisari diberikan kepada ahli waris Wahyu Purnawi perangkat RT Kelurahan Jatingaleh, Wahyudi Pramono perangkat RT Kelurahan Jomblang dan Bambang Widjanarka perangkat RT Kelurahan Jomblang.
Untuk lomba senam sehat lansia tampil sebagai pemenang juara I nomor urut 4 Kelurahan Karanganyar Gunung, juara II nomor urut 15 Kelurahan Candi dan juara III nomor urut 6 Kelurahan Tegalsari. Juara 1 mendapat hadiah uang tunai 800 Ribu, juara II 600 Ribu dan juara III 400 Ribu Rupiah. (wib/red).












Komentar