METROPOS.ID, Pekalongan – Dengan usainya Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) kemarin, ternyata masih menyisakan beberapa permasalahan salah satunya terjadi di Ds. Bojong Wetan, Kec. Bojong.
Diduga, P2KD (Panitia Pemilihan Kepala Desa) setempat kurang teliti dan kurang perhitungan dalam melakukan perencanaan PILKADES sehingga ada beberapa biaya yang belum dianggarkan dan bahkan ada anggaran yang membengkak, guna mengatasi hal tersebut, disinyalir P2KD kembali menyewakan bengkok dengan tidak melalui lelang terbuka secara umum, hanya melalui rapat beberapa perangkat dan dadakan atau intern desa saja.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dilapangan dan salah seorang warga yang enggan namanya dimediakan. Belum lama ini dilakukan lelang bengkok lagi.
“bengkok yang di lelang kemarin secara intern beberapa perangkat desa saja itu, merupakan bengkok Kades seluas 1 bau dengan nilai Rp 8 juta pertahunnya, dan yang menyewa adalah Kades yang baru dilantik kemarin. Hasil dari lelang itu di gunakan untuk pembayaran foto sebesar Rp. 800 ribu rupiah, untuk tali asih mantan Kades sebesar Rp. 5 juta rupiah dan sisanya untuk piknik perangkat dan P2KD,” ujarnya.
Saat dikonfirmasi tentang hal tersebut, salah seorang panitia P2KD Hadi Prayitno, yang juga perangkat desa setempat, membenarkan tentang hal ini.
“karena beberapa biaya tidak sesuai dengan prediksi awal atau terjadi pembengkakan, maka kami terpaksa melelang kembali sebagian bengkok Kades, hasilnya untuk tali asih dan membayar foto (dokumentasi), membayar pajak subsisdi biaya Pilkades dari Pemkab sebesar 13% dari nominal Rp 25 juta, dan sisanya untuk biaya refresing panitia,” papar Hadi.
Sementara itu Kades H. Warsono yang baru dilantik tanggal 18 Desember lalu saat dikonfirmasi mengaku bahwa ia yang menyewa bengkok tersebut.
“memang saya yang menyewa bengkok itu, dan untuk masalah uang di gunakan untuk apa, saya tidak tahu karena saat pembentukan panitia saya belum menjabat Kades, saya juga masih baru, belum tahu tentang pemerintahan desa disini, Namun ini akan saya jadikan sebagai pembelajaran, dan kedepannya saya akan perbaiki sistem pemerintahan desa agar lebih baik,” ujarnya. (Mit/Red)












Komentar