METROPOS.ID, Kendal – Pemkab Kendal memberikan kemudahan bagi wajib pajak dalam melakukan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Pembayaran PBB sekarang tidak hanya melalui desa atau kelurahan, tapi bisa dilakukan melalui Bank Jateng Kendal, Toko Modern, Tokopedia, Kantor Pos, dan Go Pay.
Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kendal, Agus Dwi Lestari, mengatakan, pihaknya terus memperluas tempat pembayaran PBB. Saat ini pun sedang dalam proses untuk pembayaran PBB melalui BRI dan BPR BKK Kendal. Tujuannya mempermudah wajib pajak melakukan pembayaran pajak.
”Kemudahan pembayaran pajak terus dilakukan, sehingga pembayaran PBB bisa semudah membeli pulsa,” kata dia pada acara Sosialisasi Penyampaian SPPT PBB-P2 Tahun 2020 yang digelar di Pendapa Tumenggung Bahurekso, Selasa (11/2/2020).
Wajib pajak yang tepat waktu membayar PBB, memiliki kesempatan mendapatkan hadiah undian. Untuk wajib pajak yang tepat waktu sampai 31 Oktober 2019 lalu, Pemkab Kendal memberikan undian hadiah utama sepeda motor dan hadiah lainnya seperti sepeda kayuh, kulkas, televisi dan lainnya.
“Ada 100 hadiah undian yang diberikan untuk wajib pajak yang tepat waktu sampai 31 Oktober 2019,” katanya.
Agus Dwi menyampaikan, pendapatan PBB-P2 di Kab. Kendal pada 2019 melampaui target. Target yang ditetapan di APBD 2019 senilai Rp 29 miliar dan terealisasi Rp 33,3 miliar. Pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 33,8 miliar atau mencapai 116,67 %. Dibanding pada 2018, pendapatan PBB di Kab. Kendal juga mengalami peningkatan. Dari target yang ditentukan, pada 2018, pendapatannya mencapai 103 %, sedangkan pendapatan pada 2019 mencapai 116,67 %.
“Semoga tahun 2020 ini juga bisa melampaui target,” tuturnya.
Bupati Kendal Mirna Annisa, mengatakan, meski pendapatan PBB pada 2019 melampaui target, namun masih belum maksimal. Pasalnya, dari 286 desa/kelurahan di Kab. Kendal, yang tertib pajak atau yang lunas PBB-nya hanya 116 desa/kelurahan.
“Saya berharap kesadaran warga membayar pajak semakin meningkat. Sebab hasil pendapatan pajak digunakan untuk pembangunan,” harapnya. (Eko/Red).












Komentar