oleh

Pasca Hujan Deras,Jalur Solo – Selo – Borobudur Lumpuh Total

Metro Pos, Boyolali – Akibat hujan deras yang mengguyur lereng Merapi – Merbabu selama dua hari,yakni hari Sabtu – Minggu (16 – 17/3/2019), mengakibatkan longsor di sejumlah wilayah di Kecamatan Selo.Jalur Solo – Selo – Borobudur (SSB) terkena longsor dibeberapa titik, yang masuk wilayah Desa Jrakah, Kecamatan Selo karena sejumlah tebing diatas jalur SSB longsor hingga menutupi jalan. Akibatnya jalan provinsi akses penghubung antar kabupaten itu sempat tertutup total.

Sementara arus lalu lintas dialihkan menunggu proses evakuasi jalan terpaksa harus putar balik atau lewat perkampungan warga, Jalan ini tertutup sejak tadi malam, dan baru bisa dilalui pagi ini Senin (18/3/2019) setelah dievakuasi.

Bencana longsor juga meluluh lantahkan talud jalan penghubung empat dukuh di Desa Lencoh, Kecamatan Selo, talud sepanjang 30 meter dengan ketinggian 7 meter itu longsor kedasar sungai sedalam 50 meter.

Kondisi itu diperparah dengan tumbangnya 4 tiang listrik. Akibatnya ratusan warga di 4 dukuh di Desa Lencoh mengalami listrik padam.

“Tiga tiang listrik ikut longsor ke jurang sungai dan satu tiang listrik roboh, terpaksa kami menggunakan alat manual cangkul, menyingkirkan material tanah yang tebal ke pinggir jalan,” tutur Suparno (52) warga Dukuh Grintingan, Desa Lencoh, Kecamatan Selo.

Menurut Sutono, anggota Tim Siaga Desa (TSD) Desa Lencoh mengatakan kejadian longsor ini terjadi pada Minggu malam (17/3/2019) sekira pukul 20.00 WIB, karena sejak Minggu pagi diguyur hujan terus.

“air banyak masuk kedalam tanah dan menjebol talud jalan yang baru selesai dibangun pada 2018 lalu, padahal Jalan ini merupakan akses satu-satunya warga di Dukuh Grintingan, Kajor, Wates, Tumut Bawah dan Tumut Atas,” ungkapnya.

Untuk itu pihaknya berharap talud jalan ini dapat segera diperbaiki, mengingat jalur ini merupakan akses ekonomi dan akses pendidikan warga masyarakat di lima dukuh tersebut.

Lain halnya dengan Suwondo (44) warga Dukuh Kajor, Desa Lencoh, Kecamatan Selo berharap aliran listrik segera tersambung kembali, mengingat banyak anak-anak sekolah yang butuh penerangan untuk belajar dimalam hari.

“Untuk sementara ini, mobil pikap untuk mengangkut hasil pertanian dan lain sebagainya ditinggal di jalan yakni di Dukuh Tritis, Desa Lencoh,” terangnya.

Sementara itu, dua rumah warga Di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo rusak dihantam tanah material longsor yakni Satu rumah di Dukuh Takeran, RT 01, RW 04, dan Satu rumah lagi milik Sumardi di Dukuh Belang RT 04, RW 03, Desa Tlogolele.

Namun dalam bencana alam tersebut tidak ada korban jiwa atau korban luka.(Mul).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed