Metropos.id,,Boyolali – Jika biasanya suasana tegang selalu menyelimuti ajang pesta Demokrasi, berbeda dengan yang satu ini. Dalam gelaran Pilkades, proses pemungutan suara disulap bak pesta Pernikahan, bahkan Calon Kades nya pun memakai busana pengantin.
Suasana meriah tampak di Balai Desa Sumur, Kecamatan Taman Sari. Tampak sepasang Calon Kades menyalami tamu undangan satu per satu, ribuan tamu undangan juga mengenakan baju batik layaknya sedang menghadiri acara pernikahan. Kantor balai Desa disulap menyerupai layaknya pernikahan, bahkan kedua calon Kades disandingkan menggunakan gaun pengantin adat Jawa.
Para panitia pemungutan juga menggunakan baju adat Jawa, menurut Ketua Panitia Pilkades Sumur, Suyatna mengatakan konsep ini memang sengaja dibuat bertujuan agar warga untuk menciptakan suasana ayem tentrem, guyub rukun (bahasa Jawa) menciptakan desa Sumur Smile of Boyolali. Diketahui bahwa Kedua calon Kades ini merupakan pasangan suami istri,”kata Suyatna saat ditemui wartawan,Sabtu (29/6).
Lebih lanjut bahwa konsep ini biar berkesan sakral untuk melestarikan kebudayaan jawa sekaligus untuk menarik para pemilih. Dan di harap kan siapa pun yang terpilih nanti bisa menjadi pengayom untuk warga desa Sumur.
Sementara, Calon Kedes nomor 1, Siti Prihatin mengatakan jika nanti terpilih kembali dirinya berkomitmen akan fokus ke Infrastruktur sesuai anjuran dari Pemkab Boyolali. Bahwa desa Sumur yang sudah sedemikian rupa akan lebih baik lagi, program – program kemarin yang sudah terealisasi seperti pembangunan balai desa dari tahapan nol persen hingga kayak sekarang dan Infrastruktur di seluruh pelosok desa akan ditingkatkan kembali, sekaligus akan merampungkan Gedung Olah raga yang pelaksanaan nya belum selesai.
Sedangkan calon Kades nomor 2, Wijiyatno mengatakan dengan adanya Pilkades ini dirinya ingin ikut kompetisi. Jika dirinya nanti terpilih menjadi Kades Sumur akan melanjutkan pembangunan yang sudah berjalan.
Terpisah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Boyolali, Purwanto mengatakan Hari ini (29/6/2019), 228 desa di Kabupaten Boyolali menggelar pilkades serentak. Ada dua cara Pilkades dilakukan dengan cara E-Voting dan coblosan, setidaknya ada 69 desa di Boyolali menggunakan E-Voting seperti di desa Sumur pelaksanaan Pilkades menggunakan system E-Voting. Meski dilaksanakan secara elektronik, namun dalam Pilkades E-Voting tersebut digelar secara off line, sehingga tidak bisa ditembus oleh hacker.
Dijelaskannya, sesuai dengan Perbup Nomor 9 tahun 2019 tentang Tata Cara Pilkades, disebutkan jumlah calon Kades minimal 2 orang dan maksimal 5 orang. Jika jumlah bakal calon lebih dari 5 peserta, maka panitia Pilkades harus menyelenggarakan seleksi ujian tertulis. Hasil dari ujian tertulis tersebut menjadi indikator lulus atau tidaknya balon Kades karena memiliki bobot nilai hingga 85 %.
Dari hasil seleksi tersebut, kemudian diambil 5 bakal calon sesuai peringkat ranking dari 1 hingga 5 untuk selanjutkan ditetapkan sebagai calon. Sedangkan yang jumlah pendaftar Balon Kades kurang dari 5, tidak dilakukan seleksi tertulis dan langsung ditetapkan sebagai calon, jika persyaratan administrasinya memenuhi syarat.
Purwanto menambahkan dalam pelaksanaan Pilkades serentak ini ada beberapa desa yang calon-calonnya merupakan satu keluarga. Ada suami dengan istrinya, orang tua dengan anaknya maupun dengan keponakannya.(Mul/Red).












Komentar