oleh

Desa Tunggulrejo Karanganyar,Siap Bangun Desa Wisata

Metro Pos, Karanganyar – Kades terpilih Desa Tunggulrejo, Kecamatan Jumantono, (periode tahun 2019-2025), yaitu Parno, S. Pd (43), akhirnya resmi dilantik pada hari Kamis kemarin (21/03).Sejumlah program unggulan sudah siapkan untuk pembangunan desanya tersebut, dan dikemas dalam beberapa poin prioritas, di antaranya terobosan dengan membangun kawasan desa wisata. Hal ini di ungkapkan Parno, saat ditemui seusai acara pelantikannya sebagai kepala desa Tunggulrejo yang baru.

“Konsep desa wisata tersebut, sampai saat ini masih digodok sambil menyerap aspirasi dari warga desa. Beberapa aspirasi yang sudah muncul diantaranya tentang pembangunan agro wisata desa serta wisata tubing river,” tuturnya.

Menurutnya, sebenarnya ada satu poin penting yang menjadi sasaran pembangunannya nanti. Yaitu meningkatkan kualitas hidup semua masyarakat desa, tentunya agar lebih makmur. Baik makmur secara ekonomi maupun spiritual. Nah untuk mencapai hal tersebut, perlu dibangun pemberdayaan desa. Untuk memetakan semua sumber daya desa, maka hal pertama yang wajib dilakukan adalah program inventarisasi aset desa.
Dengan inventarisasi aset desa, terutama tanah kas desa, akan bisa dipetakan wilayah-wilayah mana saja yang bisa digarap sesuai dengan potensinya masing-masing. Terutama target pembangunan sebagai desa wisata. Dengan adanya desa wisata yang hidup dan berkembang, diharapkan bisa meningkatkan pemberdayaan masyarakat.

“Bila dimungkinkan, bisa menarik investor sebagai mitra pembangunan desa kami,” harapnya.

Program invetarisasi aset desa ditargetkan bisa rampung dalam waktu paling cepat tiga bulan ke depan.Program-program yang akan dilaksanakan nanti, sebenarnya saling terkait antara satu dengan lainnya. Misalnya program peningkatan kewirausahaan, tentu juga berkaitan erat dengan potensi desa sebagai wilayah kunjungan wisata. Selain itu masih ada lagi program pengembangan pasar desa.

Hal tersebut juga erat sekali dengan kewirausahaan dan wisata desa. Guna menunjang program-prgram tersebut tentunya juga perlu program lainnya. Misalnya pembangunan fasilitas olahraga, infrastruktur dan akses masuk desa. Juga sarana internet masuk desa akan lebih diperluas. Tak hanya wilayah sekitar kantor pemerintah desa saja yang bisa menikmati wifi. Namun semua wilayah dusun di desaTunggulrejo harus bisa menikmati fasilitas internet tersebut.

“Kami nanti juga akan mengembangkan Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) yang sudah ada, agar bisa lebih berperan dalam meningkatkan perekonomian desa,” lanjutnya.

Parno juga menambahkan ada program di bidang spiritual atau kerohanian yakni akan dibangun TPA-TPA di semua wilayah desa. Tak lupa keberadaan kelompok tani juga akan lebih dihidupkan kegiatannya. Dengan demikian kelompok tani bisa selalu aktif dan maju. Dan tidak ketinggalan jaman, dengan kemajuan informasi. Adanya sarana internet desa diharapkan bisa menunjang tranformasi informasi tersebut.

Yang unik, dalam pelaksanaan program-program nanti, pemerintah desa akan membuat skala prioritas dalam hal rancangan anggarannya. Artinya, akan memprioritaskan satu atau dua titik program agar benar-benar terwujud, dan bisa dinikmati atau diapresiasi dulu keberadaannya.

“Belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, program pembangunan yang sengaja dibuat rata, namun tidak fokus, hanya akan menghasilkan kemajuan yang tidak maksimal. Atau dari segi hasil, kurang signifikan untuk dirasakan manfaatnya, karena murni hanya mengejar pemerataan fisik,” ungkapnya.

Untuk itulah, terkait program ke depan, pemerintah desa berusaha menganggarkan skala prioritas untuk satu atau beberapa titik saja. Titik-titik pembangunan tersebut, tentunya dianggap paling vital untuk segera dibangun. Itu semua demi tercapainya semua program unggulan yang telah disusun. Karena jika satu titik prioritas bisa terwujud, akan bisa berkelanjutan dengan program-program selanjutnya di masa datang.(Mul).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed