oleh

Banjir Rendam Jalan Depan Bandara Adi Sumarmo Boyolali

Metropos.id,Boyolali – Intensitas Curah hujan yang tinggi mengakibatkan sejumlah desa di Kecamatan Ngemplak tergenang banjir.Tidak hanya itu, banjir juga merendam jalan di depan Bandara Adi Sumarmo Boyolali dan dua Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Ngemplak.

Hingga siang tadi debit air belum surut. Namun air tidak sampai masuk ke rumah -rumah warga maupun ruang kelas di dua sekolah tersebut. Banjir masih sebatas menggenangi jalanan dan halaman rumah warga.Menurut Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan BPBD Boyolali, Purwanto, mengatakan dari laporan yang masuk, banjir terjadi di tiga desa di Kecamatan Ngemplak, yaitu Desa Kismoyoso, Ngargorejo dan Manggung. Banjir akibat debit air di sungai di desa tersebut naik dan meluap.

“Debit air di Ngargorejo, Manggung dan Kismoyoso sudah agak turun,” terangnya, Kamis (4/4/2019).

Atas kejadian tersebut, lanjut dia, BPBD Boyolali sudah menyalurkan bantuan ke lokasi banjir. Bantuan logistik itu untuk kerja bakti warga terdampak banjir.

Sementara itu, Lastri warga Kismoyoso banjir mulai naik ke jalan tadi pagi sekitar pukul 06.00 WIB sampai siang ini belum surut.Dua sekolah yang halamannya terendam banjir yakni SDN 1 dan SDN 3 Kismoyoso, hingga pukul 14.00 WIB, halaman kedua sekolah tersebut masih digenangi air. Jalan – jalan dan halaman rumah warga di sekitar sekolah itu juga masih tergenang.

Menurutnya, kampungnya memang menjadi langganan banjir setiap tahun. Banjir terjadi karena sungai kecil di kampung tersebut yang bermuara ke Sungai Pepe dan Bengawan Solo itu tak mampu menampung arus air sehingga meluap menggenangi perkampungan penduduk.

Karena sudah terjadi hampir setiap tahun di musim penghujan, disebutkannya, warga pun sudah terbiasa dengan banjir. Namun demikian banjir yang menggenangi jalan-jalan tersebut, cukup menggangganggu mobilitas warga. Mereka harus mencari jalan lain yang tak tergenang.

“Sudah terbiasa, ini banjir tahunan, Ini sudah mulai surut,” tuturnya.

Banjir juga terlihat di jalan depan Bandara Adi Soemarmo akibat air dari meluapnya selokan, namun hanya beberapa meter saja.(Mul/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed