Metropos.id,Kendal – Bawaslu Kendal akan melakukan pengawasan ketat mengantisipasi serangan fajar. Saat ini Bawaslu sudah meminta pengawas di desa untuk tidak tidur guna memantau politik uang.Sementara itu 800 personel Polres Kendal mulai digeser ke tempat pemungutan suara untuk melakukan pengamanan.
Komisioner Bawaslu Kendal Ubaidillah mengatakan, Bawaslu Kendal mengindikasikan politik uang akan marak menjelang malam sebelum pelaksanaan pencoblosan.Dikatakannya, pihaknya sudah melakukan antisipasi politik uang di sejumlah wilayah yang rawan terjadinya politik uang.
“Politik uang, tetap menjadi kewenangan Bawaslu untuk melakukan penindakan,” terangnya.
Sementara itu sejumlah Caleg Kabupaten Kendal membacakan deklarasi menolak politik uang. Deklarasi yang dibacakan saat apel pergeseran anggota Polres Kendal ke tempat pemungutan suara. Mereka dengan tegas siap mengawal pemilu dari praktik politik uang.
Para caleg ini juga mengajak pemilih untuk menggunakan hak pilihnya berdasarkan program kerja bukan karena politik uang.
“Kami mendukung kerja pengawasan untuk melakukan penindakan terhadap politik uang kepada Bawaslu,” tutur Khuriyatun, salah seorang Caleg DPRD Kendal.
Kapolres Kendal AKBP Hamka Mappaita sendiri sudah memerintahkan anggota yang mulai bergeser ke tempat pemungutan suara untuk mempelajari wilayah yang menjadi tanggungjawab pengamanan.
“Polres Kendal akan menerjunkan 800 personel dan dibantu 150 personel dari Polda Jawa Tengah untuk mengamankan jalannya pencoblosan Rabu besok. Saya juga meminta anggota yang bertugas di TPS mampu berkomunikasi dengan jajaran di desa serta linmas yang bertugas di tempat pemungutan suara,” imbuhnya.(Eko/Red).








Komentar