METROPOS.id, Pekalongan – Di Desa Kaligawe, Kecamatan Karangdadap, di duga kuat ada proyek siluman, karena tidak sesuai dengan spek, hal ini di ungkapkan oleh Ketua LSM Gerak Bidang Pengawasan Pembangunan, Ardian saat melakukan Coffe Morning dengan sejumlah awak media.
“Kami temukan proyek yang di garap asal-asalan di Desa Kaligawe, yakni proyek pembuatan jalan yang diduga di biayai dengan Dana Desa Tahap II tahun 2019. Pastinya berapa volumenya dan nilainya berapa kami tidak tahu karena tidak ada papan nama di lokasi proyek, padahal proyek sudah selesai 100 %,” ungkapnya.
Ardian menjelaskan, jika proyek tersebut seharusnya menggunakan batu belah dan disusun tegak namun yang terjadi, batu belah tidak mencapai 30 % sebagian besar batu yang digunakan adalah batu blonos.
“kami sudah koodinasi dengan Bina Marga Provinsi, kami tunjukan foto saat pemasangan batu dan beliau mengatakan itu salah total, karena seharusnya untuk pembuatan jalan, menggunakan 100 % batu belah yang disusun tegak dan di beri batu belah kecil sebagai pengunci, Tapi di lokasi menggunakan 100 % batu blonos,” tandasnya.
Masih menurutnya jika mengunakan batu blonos maka aspal akan cepat rusak karena batu tidak dapat menahan beban secara maksimal.
“Kami yakin jika terkena air hujan aspal akan mudah amblas dan mengelupas, harusnya pihak terkait tegas dalam hal ini dan memerintahkan TPK dan Kades Kaligawe agar di bongkar dan di Tata I ulang proyek tersebut,” pintanya.
Ia menyayangkan tidak adanya pengawasan dari dinas maupun dari kecamatan. Dan dari hasil invetigasi kami, sejumlah perangkat yang di temui mengatakan semua proyek desa dimonopoli oleh Kades.
“menurut beberapa perangkat, mereka tidak dilibatkannya dalam pelaksanaan proyek di Desa, hanya di jadikan sebagai formalitas saja, semua uang dari DD yang menguasi Kades, dan ini sudah terjadi sejak tahun 2015 lalu,” paparnya.
Rencananya LSM Gerak akan melaporkan temuan tersebut kepada pihak berwajib supaya ada efek jera bagi Kades tersebut.
Sementara itu saat media ini menelusuri ke lokasi memang benar aspal mudah mengelupas saat di injak dengan menggunakan kaki, sedangkan Kades Kaligawe Fatihin saat ditemui wartawan dikecamatan Senin (19/8/2019) kemarin tidak mau memberikan konfirmasi, bahkan mengeluarkan kata-kata umpatan.
“saya masih pusing jangan bikin tambah pusing,” ujarnya sambil berlalu tak lama kemudian Fatihin mengumpat.
Dikonfirmasi dan ditunjukan video tentang aspal yang mudah mengelupas Camat Karangdadap Abdul Qoyyum, mengatakan akan segera melakukan pengecekan ke lokasi.
“saya terima kasih atas masukan dari rekan-rekan dan saya akan segera memanggil Kades yang bersangkutan dan melakukan pengecekan dilokasi,” ucapnya.
Ditambahkan oleh Qoyyum, Kades tersebut memang sering melakukan pelanggaran bahkan beberapa waktu lalu sempat ditahan untuk pencairan DD tahap I
“Kades Kaligawe sering kami beri peringatan bahkan saya sempat menahan pencairan DD tahap I beberapa waktu lalu, memang susah berkomunikasi dengan Kades yang satu ini, ponselnya sering tidak aktif, juga jarang hadir di balai desa,” pungkasnya. (Mit/Red).











Komentar