oleh

Usai di tutup pasca Lakalantas, median jalan pertigaan WIKA, Mojosongo kembali dibuka

-News-270 views

METROPOS.id, Boyolali – Setelah ditutup hampir sepekan, bukaan median jalan pertigaan WIKA, kampung Pomah, Mojosongo kembali dibuka. Paska kecelakaan yang menewaskan mahasiswi UNS, Irza Laila Nur TW (21), warga Perum Bumi Singkil II, Desa Karanggeneng, Boyolali Kota, Kamis (25/7/2019) lalu.

Diketahui korban hendak berangkat ke kampus di Solo untuk ujian skripsi setelah pamitan ibunya, tiba – tiba truk kontainer sarat muatan nyelonong masuk ke Puskesmas Mojosongo.

Akibat kecelakaan tersebut, sejumlah bagian Puskesmas Mojosongo mengalami kerusakan. Yaitu ruang parkir, ruang tindakan dan mushola Puskesmas rusak dan menewaskan Irza Laila Nur dan Ibunya Dwiyani Merbawaningrum, perawat di Puskesmas Mojosongo yang bertugas sebagai bidan Desa Kragilan. Dwiyani menderita luka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat dihantam trailer.

Pembukaan median jalan pertigaan Wika dibuka kembali, Rabu (21/7/2019) pukul 06.45. Pembukaan dilakukan dengan menyingkirkan barier atau pembatas.

Untuk memudahkan penyingkiran barier, sebelumnya barier digulingkan untuk mengeluarkan air di dalamnya. Setelah air terkuras, barier langsung disingkirkan. Sehingga kendaraan dari timur atau Solo bisa berbelok ke utara. Demikian pula kendaraan dari arah utara bisa berbelok ke barat masuk Jalan Solo- Semarang.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali, Untung Raharjo, pembukaan kembali median di pertigaan WIKA sudah dipertimbangkan matang bersama jajaran terkait. Dimana kecelakaan yang terjadi karena kesalahan atau faktor manusia.

“Kalau kelengkapan keamanan di sana sudah cukup, termasuk sudah adanya lampu pengatur lalu lintas,” katanya disela- sela pembukaan median.

Untuk itu, pihaknya mengingatkan para pengguna jalan agar senantiasa berhati- hati dan mematuhi peraturan lalu lintas. Para sopir juga diminta untuk mengecek kondisi kendaraannya sebelum berangkat.

Namun  demikian, sebagai langkah antisipasi kendaraan melompati media jalan, pihaknya tetap memasang pembatas beton di median jalan. Bahkan, rencananya, pemasangan pembatas beton akan ditambah hingga panjang 50 meter di kedua sisi.

“Ya, di kedua sisi baik sisi timur maupun barat akan ditambah pembatas beton hingga masing- masing sepanjang 50 meter. Ini untuk mengantisipasi kendaraan melompati median jalan karena kecelakaan,” pungkasnya.(Mul/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed