METROPOS.id, Grobogan – Puluhan anggota Koramil 0717/15 Gubug yang dipimpin Danramil Kapten Arm Wagimin bergabung dengan ratusan relawan dan instasi lain untuk melaksanakan kerja bakti Aksi Bersih Sungai Tuntang yang di selenggarakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Tata Ruang Provinsi Jateng di sepanjang Sungai Tuntang, Kecamatan Gubug, Jumat (20/9/2019).
Acara tersebut juda dihadiri oleh, Kepala Balai Pusdataru Prov Jateng H.Teguh,S.Ss.P.MT, Kepala Dinas Pekeriaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Demak, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Grobogan, Kepala BPDAS HL, Camat Gubug Ahmad Basuki Mulyono, S.sos.MM, Kapolsek Gubug diwakili Iptu Zaenal, anggota Koramil Agung Kodim 0716/Demak, anggota Polsek Kebon Agung Polres Demak, Dinas Perhutani, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR Kecamatan Gubug, Kepala Desa Gubug beserta perangkat, Kepala Desa Kemiri beserta perangkat, Banser dan KILG (Komunitas I Love Gubug).
H.Teguh, S.Ss.P.MT Kepala Balai Pusdataru Prov Jateng dalam sambutanya mengatakan, Kami selaku penyelenggara kegiatan ini mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak dan Ibu atas partisipasinya.
“Kegiatan Pembersihan di Sungai Tuntang banjir Kanal Barat Semarang dilaksanakan untuk meningkatkan budaya peduli kebersihan di sungai, Karena air merupakan sumber kehidupan sedangkan sungai merupakan sumber kehidupan untuk mencukupi kebutuhan makhluk hidup,” tuturnya.
Lebih lanjut, H. Teguh mengatakan, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi -tingginya atas segala dukungan dari seluruh instansi dan Masyarakat yang telah merelakan waktunya untuk melakukan Aksi Bersih Sungai Tuntang di pagi hari ini, dan ini merupakan bukti nyata bahwa kita semua peduli terhadap kelestarian sungai-sungai kita.
“Selamat hari konggres sampah, mari kita jaga bersama sungai kita untuk warisan anak cucu rita nanti,” tutupnya.
Sementara di sela-sela kegiatan Danramil 0717/15 Gubug Kapten Arm Wagimin mengatakan, program pembersihan sungai sengaja dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Terlebih sungai yang dibersihkan tersebut mengarah ke wilayah Kecamatan Gubug dan rawan menyebabkan banjir.
“Jadi memang ada beberapa titik bantaran sungai yang kondisinya itu banyak sampah, ini kalau tidak dibersihkan rawan menghambat aliran sungai, sehingga berpotensi banjir. Untuk sekarang memang kering kondisinya, tapi di saat penghujan alirannya cukup besar,” katanya.
Pembersihan secara massal tersebut sekaligus juga sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat yang ada di bantaran sungai agar ikut menjaga daerah sekitarnya dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Kami ajak warga sekitar agar merasa memiliki tanggungjawab atas sungai di sekitarnya. Dengan ikut kerja bakti seperti ini mereka tidak asal buang sampah di sungai,” ujarnya.
Danramil juga menambahkan bahwa kondisi sungai yang bersih dari sampah bisa menghindarkan masyarakat dari berbagai bahaya. Mulai dari bencana banjir, penyebaran penyakit maupun kondisi lingkungan yang kumuh.(Awg/Dim/Red).












Komentar