oleh

Proyek Desa Pungangan, Kecamatan Doro Diduga  Dikerjakan Asal-asalan 

METROPOS.id, Pekalongan – Sejumlah proyek di Desa Pungangan, Kecamatan Doro, yang didanai Desa tahap III termin pertama yakni pengecoran jalan di Dukuh Plinken diduga dikerjakan secara asal-asalan. Hal ini seperti dikeluhkan warga setempat yang ditemuai awak media, Selasa (22/10/2019) kemarin.

“pengecoran ini baru selesai sekitar satu minggu yang lalu, menurut yang saya pantau bahan yang digunakan menggunakan pasir lokal (pasir yang diambil dari desa setempat) sedangkan untuk semen dan batu split ukurannya juga asal-asalan tidak ada takarannya,” ujar salah seorang warga yang enggan namanya di mediakan.

“Saya kuatir jalan ini akan cepat rusak apalagi sebentar lagi musim hujan,” imbuhnya.

Ditambahkannya, selama ini tidak ada teguran dari pihak pendamping kecamatan.

“Selama ini menurut pantauan saya tidak ada teguran dari pihak terkait,” jelasnya.

Tim Pelaksana Kegiatan proyek tersebut, Toit ketika dikonfirmasi tentang hal ini secara tersirat membenarkan.

“kalau pasir saya beli dari bawah tepatnya dari desa Karanganyar, batu split juga saya beli untuk takaran saya tidak pakai takaran yang jelas pakai molen satu sak semen. Saya campur dengan pasir dan batu split yang penting jadi,” jawab pria yang juga perangkat di desa setempat ini.

“Itu saja masih kekurangan dana yang cair baru 30 persen yakni termin pertama kami masih banyak proyek yang akan di kerjakan tidak ini uangnya cukup apa tidak,” jawabnya sambil bergumam.

Ditemui di kediamannya Kades setempat yang sudah mundur karena akan mencalonkan lagi Ruba’i mengaku kalau dirinya sudah tidak ikut campur dalam pengelolaan proyek.

“Saya sudah mengundurkan diri karena akan mencalonkan lagi sebagai Kades. Semua sudah saya serahkan pada Sekdes setempat, adapun masalah proyek sudah ada TPKnya masing-masing,” tegasnya.

Saat ditanya tentang papan informasi proyek yang belum di pasang Ruba’i mengaku untuk pemesanan papan informasi di kolektifkan oleh pendamping desa.

“Saya sudah pesan tapi belum jadi, karena hampir 80 persen Desa di Kecamatan Doro untuk pembuatan papan proyek di kolektifkan oleh pendamping Desa yang berasal dari kecamatan,” paparnya.

Ditambahkan oleh Ruba’i dana desa tahap III  desa yang nilainya sekitar Rp 400 juta, ini rencananya untuk membiayai beberapa proyek seperti pengecoran jalan didua titik, pembangunan jembatan plat, rehab TPQ, pembangunan jamban untuk warga dan untuk pendataan stanting.

Sementara itu Camat Doro Paijal Imron yang di konfirmasi tentang hal ini terkesan berbelit, pasalnya sejak hari Rabu (23/10/2019) tidak memberikan jawaban ataupun menemui awak media, dan baru menerima telpon Jumat (25/10/2019).

“Saya masih di Wiradesa, terkait informasi adanya pengolektifan papan informasi proyek saya tidak tahu, yang jelas saya tidak merasa mengkolektifkan,” singkatnya. (Mit/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed