METROPOS.id, Sukoharjo – Meski pintu penjaringan internal bakal calon pasangan kepala daerah dari PDI Perjuangan di tingkat kabupaten/kota telah tutup, mantan caleg DPR RI Dapil V Jateng, Henry Indraguna menjajal peruntungan mendaftar langsung ke DPP PDIP di Jakarta.
Mantan kader Perindo yang kini mengaku telah mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA) partai berlogo banteng moncong putih ini, kepada awak media Sukoharjo, Selasa ( 5/11/2019) mengatakan, dirinya siap maju mencalonkan diri pada Pilkada 2020 sebagai bupati di Sukoharjo.
“Jadi saya sudah fix (akan) maju di Sukoharjo. Tetapi melihat kondisi dan situasi di Kota Solo, maka saya harus pandai – pandai mensiasati,” kata Henry menjawab pertanyaan apakah akan maju di Sukoharjo, atau Solo.
Diakui Henry, dirinya pada Senin (4/11/2019) kemarin, telah mengambil formulir pendaftaran ke DPP PDIP untuk posisi calon Wakil Walikota Solo dan untuk posisi calon Bupati Sukoharjo.
“Prinsipnya, saya mendaftar sebagai wujud kesiapan kader partai. Saya siap ditugaskan Ibu Mega, sesuai kapasitas dan kemampuan yang saya miliki. Jika ditugaskan di Solo, saya siap menjadi calon wakil walikota mendampingi Mas Gibran,” ujarnya.
Jika terpilih mendampingi putra sulung Presiden Joko Widodo, maka Henry menyatakan, akan berupaya memastikan memenangkan Pilkada Kota Solo agar dapat mewujudkan rencana – rencana yang telah diagendakan Gibran Rakabuming Raka.
“Ini bukan semata – mata ambisi saya. Tetapi sebagai wujud pengabdian bagi warga Solo dan kepada tradisi budaya luhur keraton,” kata pria yang juga menyandang gelar keraton KRAT pada nama depannya ini.
Namun begitu, Henry juga siap jika oleh pimpinan tertinggi partai, menugaskannya maju sebagai calon bupati Kota Jamu. Sudah ada sejumlah gagasan yang bakal ia wujudkan diantaranya, membangun Sukoharjo sebagai kota Solo Baru dan industri yang berbudaya berbasis e-commerce.
“Saya sudah menyiapkan diri untuk memenangkan kompetisi, dan merumuskan rancangan program pembangunan masyarakat Sukoharjo,” tandasnya.
Masuknya nama Henry di bursa Pilkada Sukoharjo, menambah hangat dinamika kompetisi internal dalam meraih rekomendasi dari DPP PDIP. Sebelumnya internal DPC PDIP Sukoharjo telah memilih pasangan bacalon bupati dan wakil kepada Etik Suryani dan Agus Santosa.
Etik diketahui merupakan istri Bupati Sukoharjo, sedangkan Agus, saat ini masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo. Selain Henry dan dua nama tersebut, kader PDIP Sukoharjo lainnya yakni, Purwadi (wakil bupati), diketahui juga akan ikut maju berkompetisi.(Naura/Red)











Komentar