METROPOS.id, Kajen – Candra Saputra, siap perjuangkan peningkatan kesejahteraan dan kepastian hukum bagi para guru Wiyata Bhakti (WB) atau honorer. Hal ini seperti disampaikan Candra usai menemui sejumlah perwakilan guru WB di ruang Fraksi Partai Amanat Nasional DPRD Kabupaten Pekalongan Jumat (22/11) kemarin.
“Alhamdulilah Jumat pagi ini saya baru menerima perwakilan guru WB, dan bermusyawarah dengan perwakilan Guru-Guru WB di Ruang Fraksi PAN gedung DPRD Kab Pekalongan,” terangnya.
Ditambahkan oleh Candra dalam pertemuan tersebut menghasilkan beberapa point tentang nasib Guru WB Pembuatan payung hukum.
“Tujuan dibuatkan payung hukum agar saudara-saudara WB tidak diperlakukan diskrimatif,” tandasnya.
“Point yang berikutnya yakni kami akan mengusulkan Surat Tugas bukan SK Bupati bagi para guru WB, Pemkab belum sinkron masalah SK, karena SK bupati itu untuk PNS sedangkan WB gak bisa, yang diperlukan Guru WB itu surat tugas, agar diakui oleh Pemkab bahwa kita itu benar-benar guru yang nantinya diharapkan bisa masuk dalam persyaratan sertifikasi,” lanjutnya.
Selain itu Candra juga akan mengusulkan Penyeragaman upah guru honorer.
“banyak ditemukan guru – guru WB yang di upah minim, tidak sesuai dengan umumnya upah, diketahui upah guru honorer Kabupaten Pekalongan lebih sedikit dibandingkan Kabuy Batang dan Kota Pekalongan kita akan perjuangkan minimal setara dengan kota sebelah,” ungkapnya.
“Intinya kami siap mendukung segala perjuangan guru WB, dan terima kasih kepada FKWB (forum komunikasi wiyata Bakti) yang menunjuk kami sebagai dewan penasihat FKWB,” ujarnya.
Sementara itu wakil ketua FKWB Irvan Munawar Caniago, mengatakan sangat bersyukur karena aspirasi mereka sudah didengar.
“saya mewakili teman-teman guru WB sangat bersyukur karena aspirasi kami sudah di dengar dan beliau mas Candra siap untuk memperjuangkan, semoga semuanya bisa berjalan sesuai dengan apa yang kami inginkan,” ujarnya. (Mit/Red)












Komentar