METROPOS.id, Sukoharjo – Setelah 15 tahun lamanya tak terdengar kiprah dan gaungnya, sejumlah seniman Sukoharjo kembali mencoba bangkit dengan menggelar pameran lukisan di penghujung tahun 2019.
Melibatkan 27 seniman lukis dengan 52 karya berbagai aliran, pameran bertema Sukoharjo Tresnaku ini berlangsung di Museum Jawi yang berlokasi di Dukuh Jarak, Desa Tanjung, Kecamatan Nguter, mulai Kamis (26/12/2019) hingga Selasa (31/12/2019).
“Kami punya prinsip bahwa seniman itu harus berkarya. Maka dengan pameran ini, kami mencoba mengimplentasikan revolusi mental melalui jalur kebudayaan,” terang Bimo “Kokor” Wijanarko salah satu penggagas pameran, sekaligus pemilik museum.
Selain itu, dalam pameran yang terbuka untuk masyarakat umum ini, Kokor juga berharap, keberadaan museum yang dirintisnya bisa menambah referensi bagi generasi muda sebagai sarana belajar sejarah kebudayaan, terutama budaya lokal.
“Siapapun yang suka kebudayaan, baik tradisional maupun non tradisional, maka dia akan mempunyai sifat, dan sikap saling menghargai,” imbuhnya.
Sementara itu, anggota DPRD Sukoharjo dari Komisi IV, Budi Martono yang didaulat membuka pameran, menyampaikan penghargaannya kepada para seniman yang telah berupaya secara mandiri mengangkat nama daerah melalui karya seni lukisnya.
“Kami sangat mengapresiasi. Ini merupakan suatu aset yang perlu dibina, dan dikembangkan,” katanya usai membuka pameran ditandai dengan pemukulan gong.
Budi menjanjikan akan memperjuangkan seni dan budaya yang ada di Sukoharjo lebih berkembang hingga dikenal keluar daerah. (Naura/Red).











Komentar