METROPOS.id, Sukoharjo – Seorang pria berinisial BK (30), warga Solo yang mengontrak rumah di Dukuh Gondang, Desa Siwal, Kecamatan Baki, ditangkap Tim Densus 88 Anti Teror saat tengah mengendarai sepeda motor di depan SD Negeri Manang, Desa Manang, Kecamatan Grogol, Senin (18/11/2019) pagi.
BK yang diduga bagian dari jaringan teroris ini, sejak 1 tahun terakhir tinggal di rumah kontrakan bersama istri dan 1 orang anaknya yang masih balita. Kepada tetangga sekitar, istri BK mengaku, jika suaminya selama ini bekerja berjualan nasi goreng bungkus dengan berkeliling menggunakan sepeda motor.
Hal itu berdasarkan keterangan Ketua RW setempat, Suparno, sore hari usai diminta menjadi saksi penggledahan rumah bersama Ketua RT, Mulyono yang rumahnya tak jauh dari lokasi tempat tinggal BK dan keluarganya.
“Kata istrinya yang pernah ditanya salah satu warga disini. Setiap hari (BK) keliling jualan nasi goreng. Tapi entah benar atau tidak, warga juga ndak tahu. Soalnya warga belum pernah melihat isi wadah yang digunakan untuk berjualan. Biasanya tiap mau berangkat, ditaruh dibelakang sepeda motor, dan didepan. Isinya apa kami tidak tahu, soalnya tertutup,” kata Suparno.
Selama tinggal di rumah kontrakan, BK dan istrinya diakui Suparno sudah menyerahkan identitas kepada Ketua RT, namun begitu, mereka jarang bersosialisasi dengan warga. Kesehariannya tertutup. Meski didalam rumah ada tamu sekalipun, pintu selalu tertutup.
“Sering ada tamu, tapi tamu tak dikenal. Terus terang kami juga kaget dengan kejadian penangkapan dan penggeledahan ini,” ujarnya.
Dari hasil penggledahan, Suparno menyebut ada beberapa barang bukti yang dibawa Tim Densus 88 yakni, Kartu Keluarga (KK), sebuah handphone merk Samsung yang sudah tidak ada kartunya, buku nikah, dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
“Yang laki – laki itu katanya rumahnya di Solo, kalau yang perempuan aslinya Sumatera. Soalnya nggak bisa bahasa Jawa,” tuturnya.
Ditambahkan oleh Ketua RT, dalam kesehariannya, BK kadang kalau berpapasan dengan warga dijalan, masih mau bertegur sapa. Tapi kalau ikut kumpulan warga memang sama sekali nggak pernah.
“Dulu waktu mau menempati rumah itu, yang mengantar surat – surat identitasnya malah yang punya rumah sendiri,” ungkapnya.
Kapolsek Baki, Polres Sukoharjo, AKP Dani Herlambang yang ikut mengamankan lokasi penggeledahan mengatakan, pihaknya sebatas terlibat dalam pengamanan. Tentang status BK terlibat dalam jaringan apa, dia menyatakan sama sekali tidak tahu.
“Kami tidak tahu apa – apa karena bukan kewenangan kami untuk memberi penjelasan. Jadi mohon maaf,” pungkasnya sebelum meninggalkan lokasi penggeledahan.
Informasi yang diperoleh dilapangan, selain di Desa Siwal, Kecamatan Baki, Densus 88 juga melakukan penangkapan dan penggledahan di Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, serta di Kota Solo. (Naura/Red)












Komentar