METROPOS.id, Boyolali – Sejak diadakan operasi lilin candi mulai dari 23 – 30 Desember 2019 ada sebanyak 19 kejadian laka lantas di Kabupaten Boyolali. Ada tiga orang meninggal yang disebabkan kelelahan berkendara, korban kecelakaan di dominasi pengendara sepeda motor.
Kasatlantas Polres Boyolali, AKP Dwi Panji Lestari, menyatakan pihaknya terus berupaya menekan angka kecelakaan lalulintas di jalan. Melalui peningkatan kesadaran masyarakat, utamanya pengguna jalan untuk mematuhi peraturan lalulintas dan tertib berlalu lintas,” jelasnya, Selasa (31/12/2019).
Pihaknya juga rutin turun langsung ke sekolah-sekolah untuk melakukan sosialisasi tertib berlalulintas dan menjaga keselamatan di jalan raya. Hal ini mengingat, sudah banyak anak sekolah yang berangkat sekolah dengan mengendarai sepeda motor.
“Namun demikian, siswa harus tetap patuh terhadap peraturan lalu lintas. Termasuk harus memiliki SIM C bagi pengedara motor,” katanya.
Sementara, Kanitlaka Polres Boyolali, Ipda Utomo mengatakan angka kecelakaan lalulintas di Boyolali tahun 2019, jumlahnya memang mengalami peningkatan. Tapi untuk fatalitas korban meninggal dunia, mengalami penurunan untuk tahun 2019 dibandingkan tahun 2018.
“Data kecelakaan lalu lintas tahun sejak awal Januari 2019 hingga 25 Desember 2019. Ada sebanyak 893 kejadian laka lalu lintas. Korban meninggal dunia sebanyak 84 orang, dan satu orang luka berat serta 1.071 orang mengalami luka ringan. Sedangkan di tahun 2018 lalu, angka kecelakaan sekitar 700-an kejadian. Korban meninggal dunia sekitar 120 orang,” tambahnya.
Pada tahun 2019 mengalami penurunan angka fatalitas korban yang meninggal dunia. Korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Boyolali, usianya rata-rata remaja dan dewasa atau usia anak sekolah. Yang terlibat kecelakaan, sebagian besar adalah pengendara sepeda motor.
“Korban mayoritas usianya memang hampir ke arah dewasa, cuma ada juga yang anak-anak, tapi untuk rata-rata dewasa. Anak sekolah. Untuk korban kecelakaan itu dari pengendara motor. Didominasi pengendara motor. Hampir 70% pengendara motor,” pungkasnya. (Mul/Red).








Komentar