METROPOS.ID, Grobogan – Musibah banjir yang melanda Kab. Grobogan masih menyisakan kepedihan tersendiri. Salah satunya kawasan Ponpes (Pondok Pesantren) Miftahul Huda di Ds.Ngroto Kec. Gubug, karena kondisinya sangat parah saat di landa banjir bandang pada hari Kamis (9/1/2020) kemarin.
Walaupun saat ini, genangan air telah surut dan warga mulai membersihkan rumahnya dan objek vital dari sampah sisa banjir, namun lumpur yang menggenangi desa tersebut cukup banyak. Hal ini menjadi keprihatinan jajaran Polres Grobogan dan Kodim 0717/Pwd, untuk itu pihaknya bersama jajarannya langsung turun ke lokasi.
Dalam kesempatan itu Kapolres Grobogan AKBP RONNY TRI PRASETYO NUGROHO mengungkapkan bahwa jajarannya bersama Kodim 0717/Pwd dan Instansi terkait membantu warga membersihkan sampah dan lumpur di kawasannya pasca-banjir, salah satunya di Ponpes Miftahul Huda Ngroto.
“Sisa lumpur masih banyak menggenang di lokasi Ponpes Miftahul Huda jadi kami tadi langsung ikut membantu membersihkan lumpur,” ungkapnya.
Disela sela kegiatan itu, Kapolres menyampaikan rasa prihatinnya atas musibah banjir yang melanda Ponpes Miftahul Huda Ngroto.
Kapolres juga mengatakan, kegiatan yang dilakukan ini sebagai bentuk kepedulian kepolisian terhadap masyarakat dan lingkungan.
“Kita harus saling tolong menolong dan peduli sesama. Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian kami, Polres Grobogan terhadap lingkungan sekitar,” tutur Kapolres.
Sementara itu nampak, aparat Kepolisian dari Polres Grobogan dan Polsek Gubug serta dari Kodim 0717/Pwd dan Instansi terkait sibuk berjibaku membersihkan lumpur pasca banjir kemarin. Bahkan Mobil pemadam kebakaran (damkar) dikerahkan untuk membantu membersihkan lumpur setinggi sekitar 10 cm sisa banjir.
Seperti di ketahui ada ratusan santri putra-putri yang mukim di pesantren yang diasuh oleh KH. Munir Abdullah tersebut. (Awg/Red).












Komentar