oleh

Ribuan orang padati simpang 6 Demak, peringati haul ke-517 Kanjeng Sultan Raden Abdul Fattah

-Demak-40 views
METROPOS.ID, Demak – Puluhan ribu umat Islam dari berbagai daerah membanjiri Alun-alun Simpang 6 depan halaman masjid Agung Demak. Mereka menghadiri pengajian akbar dalam rangka memperingati haul ke-517 Kanjeng Sultan Raden Abdul Fattah Al Akbar Saiyidin Panoto Gomo Th 1441 H/ 2020 M yang diselenggarakan oleh Takmir Masjid agung Demak, Kamis (7/2/20).

Hadir dalam acara tersebut Maulana Habib Lutfi Ali Bin Yahya, KH Ahmad Muafik (sebagai pengisi tausiyah), Wabup Jateng KH.  Taj Yasin Maemon, Ka. Kanwil Kemenag Drs M.  Ahyani, MSi, Bupati Demak H. M. Natsir, MM.,M.Pd, Ketua DPRD Kab. Demak H.  Slamet Fahrudin Bisri,  SE, Dandim 0716/Demak diwakili MAYOR INF Kadarusman, Kapolres Demak diwakili Oleh Wakapolres Kompol Ahmadi,  SAg,  MH, Wabup Demak Drs. H. Joko Sutanto, Staf Ahli Bupati Pemkab Demak Anang Badrul Kamal, S.Sos, Kepala Kemenag H.  Muhaimin,  SPDi,  MH, Ketua MUI Kab. Demak Drs HM. Asyiq, Ketua Syuriyah PCNU KH.  Zaenal Arifin Ma’sum, Ketua Tanfidziyah PCNU KH Aminudin, PPMA Se Jawa, Kyai Khos serta Takmir Masjid Agung Demak dan ribuan jamaah dari berbagai daerah.

Acara diawali dengan kegiatan tahlil di Makam Raden Fatah yang berada di komplek Masjid Agung Demak oleh Forkopimda Demak.

Dalam sambutannya, Bupati Demak H M Natsir menyampaikan bahwa haul Raden Fatah menjadikan tonggak sejarah perjuangan raja Bintoro bersama wali songo dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.

Sementara itu dalam tausiyahnya Habib Lutfi bin Yahya menceritakan sejarah bagaimana para pendahulu kita melawan penjajah serta bagaimana cara pendahulu kita membimbing kecintaanya kepada para ulama, Dan hebatnya lagi mereka tau kondisi, bagaimana menghadapi orang awam dan tidak satupun dari mereka pendahulu kita yang memakai emosi dan ambisinya dalam berjuang, seperti halnya allah swt memberikan wahyu kepada nabi Musa saat menghadapi Firaun dengan penuh lemah lembut. Contoh – contoh tersebut demikin telah di lakukan oleh kesepuhan – kesepuhan kita.

Lebih lanjuit Habib Lutfi Ali Bin Yahya juga mengatakan bahwa Jendral Sudirman secara kemiliteran adalah milik kita semuanya dan bukan milik keluarganya, adapun pribadinya boleh milik keluarga. Beliau selaku panglima besar di Indonesia ini, apa salahnya daerah – daerah di Indonesia ini mengadakan haulnya jendral besar Ahmad Sudirman maupun para pahlawan pendahulu kita di setiap daerah, supaya anak – anak kita mengetahui dan lebih mengenal para pejuang bangsa pendahulu kita. (Adi/Dim/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed