oleh

Kades Tegalsuruh – Sragi, Diduga “Sunat” Dana RTLH

METROPOS.ID, Kab. Pekalongan – Kepala Desa (Kades) Tegalsuruh, Kec. Sragi, diduga menyunat dana RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) atau bedah rumah. Dana yang dianggarkan dari Dana Desa dan PBP tahun 2019 sebesar Rp 70 juta untuk sepuluh rumah ini diduga tidak sesuai dengan anggaran, pasalnya nilai material dan biaya tenaga kerja yang di kucurkan untuk penerima bantuan hanya senilai kurang lebih Rp 4 jutaan. Hal ini di sampaikan salah seorang warga setempat yang enggan namanya di korankan.

“saya sempat mendapatkan keluhan dari beberapa warga penerima bantuan, pasalnya bantuan yang di kucurkan nilanya sangat jauh dari anggaran yang ditetapkan,” ujarnya kepada awak media saat ditemui disalah satu lokasi kuliner, Sabtu (8/2/2020) kemarin.

Saat awak media menyambangi beberapa warga penerima bantuan RTLH mereka membenarkan mendapatkan bantuan pemugaran rumah tersebut.

“saya kemarin mendapatkan semen 11 sak, pasir 1/2 ret, asbes 9 lembar, keramik 11 dus {ukuran 40x 40 merk Arwana), kayu balok 5 biji, dan kayu usuk 6 biji,” ujar Dhazim warga Dusun 2.

Dikerjakan 5 hari dengan 4 tenaga kerja. Ditanya tentang berapa anggaran bantuan yang diterima Dhazim yang mengaku pernah bekerja di balai desa ini sekarang  tidak mempunyai  pekerjaan, kakek ini juga tidak tahu besarnya anggaran, hanya menerima dari desa saja.

“nilainya berapa saya tidak tahu hanya menerima saja dari pihak desa,” paparnya.

Hasanudin warga Dusun yang sama mengatakan dimintai uang Rp 1 juta karena menurut Tohirin Kadus setempat tidak cukup biayanya.

“saya meminta untuk dibuatkan teras tapi dari pihak desa mengatakan tidak cukup, akhirnya saya dimintai Rp 1 juta malahan uang sisanya belum di kembalikan. Uang itu juga saya dapatkan dari bantuan warga yang merasa kasihan dengan saya,” ujarnya.

Hasanudin juga tidak tahu berapa nilai anggaran yang dianggarkan dari pihak desa.

“setahu saya pak Kadus pernah mengatakan kami mendapatkan bantuan sekitar Rp 8 juta, persisnya saya kurang tahu,” imbuhnya.

Total Hasanudin mendapatkan matrial kayu usuk sengon 5 Batang, asbes 50 lembar. Total ada 7 warga yang mendapatkan RTLH yaitu,
1. Warjun warga Dusun I mendapatkan matrial pasir 1/2 rit, semen 8 sak, keramik (merk Arwana ukuran 40x 40) 11 dus, kusen ventilasi jendela 2 buah. 2.Ning warga Dusun III, mendapatkan matrial pasir 1/2 ret, keramik (merk Arwana ukuran 40×40)18 dus dan semen 10 sak.
3.Rancang  warga Dusun III,  mendapatkan matrial pasir 1/2 ret, semen 10 sak, keramik 20 dus.
4.Tasuri warga Dusun IV,  mendapatkan material pasir 1/2 rit, semen 10 sak, dan keramik 24 dus.
5.Tanyan warga Dusun IV  mendapatkan material pasir 1/2 ret, asbes ukuran 240 cm 4 lembar, asbes ukuran 180 4 lembar,  GRC 7 lembar, kayu balok sengon 7 Batang, Asbes ukuran  180 x105 mm 4 lembar, Asbes ukuran 240x105m 4 buah.

Tohirin Kepala Dusun (Kadus) II saat di konfirmasi tentang hal ini mengaku tidak tahu menahu tentang besarnya anggaran.

“saya hanya tahu warga dusun saya mendapatkan bantuan bedah rumah berupa meterial dan tenaga kerja, kalau nilai pastinya berapa perwarga saya tidak tahu, yang saya tahu cuma diangarkan Rp 10 juta perwarga. Semua yang mengelola pak kades,” ujarnya saat di temuai awak media di balai desa Tegalsuruh beberapa waktu lalu.

Disinggung apakah tidak di bentuk panitia atau TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) untuk program RTLH ini Tohirin mengaku tidak ada panitia.

“untuk program bedah rumah ini tidak ada panitianya semua langsung ditangani oleh pak kades, untuk lebih jelasnya silahkan hubungi pak kades,” paparnya.

Ditambahkan oleh Tohirin hampir semua proyek di Ds. Tegalsuruh semua di monopoli oleh Kades.

“hampir semua proyek disini dikuasai oleh Kades, memang di bentuk TPK dan panitia lain namun itu hanya sebagai formalitas saya,” tandasnya.

Sementara itu Kades Tegalsuruh Tarochi mengatakan, memang belum lama ini kami memberikan bantuan RTLH yang kami anggarkan dari dana desa ada 4 warga dan 3 dari dana bantuan propinsi.

“nilainya perwarga Rp 10 juta di potong pajak 10 persen dan BOP 5 persen. Jadi nilainya sekitar Rp 8.200. 000 perwarga,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Kades semua sudah di berikan semua.

“tidak benar kalau nilai bantuan yang saya berikan hanya senilai Rp 4 juta rupiah,” elaknya.

Namun saat ditanya tentang tudingan dirinya memonopoli proyek didesanya Tarochi menolak tegas.

“semua sudah saya fungsikan, sesuai dengan peraturan yang berlaku dan hampir semua Kadus saya fungsikan setiap ada proyek didusunnya. Kalau ada yang bilang saya memonopoli itu hanya orang yang merasa iri saja,” tegasnya. (Mit/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed