METROPOS.ID, Boyolali – Sebelas orang mengalami luka bakar dalam kejadian kecelakaan kerja di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) milik Pertamina, kejadian pada Sabtu (22/2/2020) pukul 14.20 WIB.
Adapun kejadian bermula saat SPBE yang berada di Dk. Krukeman, Ds. Ketaon, Kec. Banyudono sedang melakukan perbaikan pemasangan rel untuk mengangkut gas elpiji ke atas truk. Namun saat melakukan pengeboran, muncul percikan api yang disusul ledakan dari rongga bawah pengisian elpiji.
Ledakan tersebut mengakibatkan 8 orang mengalami luka bakar dan 3 orang lainnya luka ringan, para korban dilarikan ke RS Hidayah Mojosongo guna mendapatkan perawatan dokter.
Terpisah Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Mulyanto mengatakan korban dari ledakan tersebut berjumlah 11 orang, 8 orang harus menjalani rawat inap dan 3 orang lainnya hanya menjalani rawat jalan.
“Adapun korban yang rawat inap adalah, Wardoyo (46) dan Arfan Nur Wahid (18) keduanya warga Dk. Ngaglik, RT 13/03, Ds. Sambon, Kec. Banyudono, Choirul Sholeh (39) warga Dk. Dawar, Ds. Manggis, Kec. Mojosongo. Kemudian Rifnan Nur Hidayat (24) warga Dk. Gatak, RT 12/03, Ds. Dukuh, Banyudono, Minarso (41) asal Dk. Krukeman, RT 23/03, Ds. Ketaon, Banyudono, Joko Hariyanto (31) warga Dk. Pundung, Ds. Ketaon, serta Edi Haryanto (40) warga Dk. Puluhkadang, RT 01/02, Ds. Mojolegi, Kec. Teras dan Ahir Nugroho (32) warga Dk/Ds. Ketaon, RT 22/03, Kec. Banyudono,” katanya, Minggu (23/2/2020).
Masih menurutnya, sedangkan untuk korban rawat jalan adalah Hardianto (34) warga Dk. Cikalan, RT 01/01, Ds. Ngaru-aru, Kec. Banyudono, Agus Atmojo (21) warga Dk. Ngampo, RT 03/03, Ds. Kismoyoso, Ngemplak dan Fuad Saifullah (34) warga Dk. Ringin RT 04/02, Ds. Tawangsari, Kec. Teras.
“Tiga korban rawat jalan mengalami luka bakar ringan. Kami masih melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut. Kami juga meminta keterangan sejumlah saksi,” pungkasnya. (Mul/Red).











Komentar