METROPOS.ID, Kajen – Ratusan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Ki Ageng Pekalongan (STAIKAP), antusias mengikuti seminar dan bedah buku yang di adakan di aula kampus setempat, meski hujan cukup deras mengguyur kawasan Kec. Wonopringgo dan sekitarnya, namun tak menyurutkan langkah para peserta untuk hadir.
Dalam acara ini hadir sebagai pembicara penulis buku “Sukses Berdagang Diera Digital” Candra Saputra yang saat ini menjabat ketua Fraksi Partai Amanat Nasional, Taufik Hidayat owner Mie Galak dan G-Java, serta Dr Sabilal Rosyad Msi.
Dalam sambutannya Dr Sabilal Rosyid Msi mengatakan, “diera global ini semua mahasiswa harus bisa bersaing dalam melakukan usaha atau bisnis. Pasalnya jika tidak nanti akan tergilas dengan teknologi.
“Makanya saat ini kami hadirkan mas Candra Saputra yang sudah sukses dalam berdagang secara on line dan juga sebagai penulis buku,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Kaprodi di kampus STAIKAP.
Ditambahkan oleh Bilal, mas Candra ini sudah terbukti bisa bangkit dari keterpurukannya 4 tahun yang lalu dan sekarang bisa menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Pekalongan dengan suara terbanyak, bersama dengan istrinya.
Sementara itu dalam pemaparannya Candra Saputra menjelaskan menjadi wirausahawan merupakan suatu cita-cita bagi sebagian orang, termasuk Mahasiswa. Namun tak sedikit yang pesimis untuk menjalankanya karna beberapa alasan-alasan mainstream seperti tak punya cukup modal, tidak punya keahlian, tidak punya koneksi atau banyak kenalan.
“Namun bagaimana jika anda tidak memiliki salah satu dari contoh alasan di atas? Jawabannya adalah dengan memulai bisnis online,” ujar Candra.
“Bisnis online, Sejatinya sama saja dengan halnya bisnis real seperti biasa, namun dalam bisnis online kita hanya membutuhkan suatu koneksi internet, yang mampu menghubungkan kita pada orang lain dan tentunya kreatifitas untuk menjalankannya,” imbuhnya.
Ditambahkan oleh Candra, alasan mengapa seseorang memilih untuk memulai bisnis online? Karena, faktanya Pengguna Internet Indonesia, sebab Indonesia adalah salah satu negara dengan pengguna internet terbesar di dunia.
“Faktanya pada tahun 2017 jumlah pengguna internet mencapai 98 juta jiwa, dan mengalami peningkatan sebesar 34,9 % di tahun 2018. Maka jumlah pengguna internet pada tahun 2019 diperkirakan mencapai 140,7 juta jiwa. Fakta lain yang di kutip dari www.rwpbsd.com ini menyatakan rata-rata orang menggunakan internet selama 5 jam, 75% menggunakan media sosial dan dari jumlah rata-rata pengguna internet 58,4% berusia 12 sampai 34 tahun,” paparnya.
“Dari fakta di atas, dapat disimpulkan bahwa target pasar usia produktif semakin meningkat dengan sebagian besar mengakses media sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram. Jika kita jeli melihat peluang, tentunya fakta di atas adalah alasan kita untuk menjalankan bisnis online,” terangnya.
Masih menurut Candra bisnis itu kita bangun dengan modal ATM BODOL yang artinya Amati Tiru Modifikasi, Berani Optimis Modal Orang Lain.
“selama beberapa tahun ini saya memanfaatkan jaringan karena saya pernah berkerja sebagai staf ahli DPR-RI, karena istri saya orang Pekalongan setiap akan berangkat ke Jakarta saya membawa kain batik untuk saya tawarkan ke sejumlah pejabat dan anggota DPR lainnya. Alhamdulilah sampai sekarang kalau mereka butuh batik pasti menghubungi saya,” pungkasnya. (Mit/Red).












Komentar