oleh

Di duga rebutan pacar, seorang perempuan ABG di Pekalongan di keroyok, hingga viral videonya di medsos

METROPOS.ID, PEKALONGAN – Kasus penganiayaan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi, yakni SE (15) warga Kel. Poncol, Kec. Pekalongan Timur. Hal ini terungkap ketika Usman (35) ayah korban melihat video melalui Medsos (Media Sosial).

Sehingga ayah korban langsung melaporkan kasus penganiayaan tersebut ke SPKT Polres Pekalongan Kota tadi, Selasa (5/5/2020).

Terpisah ayah korban menuturkan jika anaknya menjadi korban penganiayaan melalui video di medsos.

“Pulang-pulang anak saya memang dalam kondisi lebam di wajah dan merasakan sakit di perut, saat saya tanya, alasannya, habis jatuh dari motor,” tutur ayah korban.

Namun jawaban korban, di rasa janggal, akhirnya ayah korban mendesak anaknya agar cerita yang sejujurnya, betapa kagetnya ayah korban setelah mengetahui cerita yang sebenarnya, sehingga ayah korban langsung mengajak anaknya melapor ke polisi.

“Di keluarga, saya mendidik dengan kasih sayang, bukan kekerasan. Eh, anak saya dikayak gituin, saya lapor ke sini, karena saya tidak terima,” tegasnya.

“Harapan keluarga seperti itu. Pelaku dihukum maksimal. Saya sebagai orang tua tidak sampai (tega) melihat videonya,” lanjutnya.

Sedangkan korban menceritakan peristiwa itu terjadi pada hari Rabu (22/4/2020). Awalnya, korban diajak ke rumah pelaku, lalu diajak berkeliling mencari lokasi yang sepi. Kemudian korban dituduh merebut pacar pelaku dan dianiaya. Korban mengaku masih trauma atas kejadian tersebut.

“Saya dituduh merebut pacarnya. Saya tidak (merebut), saya hanya kenal,” kata korban di Polres Pekalongan Kota, Selasa (5/5/2020).

“Yang viral itu video yang akan selesai,” ucapnya.

Adapun Kepala SPKT Polres Pekalongan Kota Aiptu Andi J membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut. Kasus ini, kata Andi, akan ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Pekalongan Kota.

“Ya tadi ada yang laporan penganiayaan. Korban di bawah umur,” singkatnya.

Sementara dalam Video berdurasi 45 detik itu diunggah akun Instagram @PekalonganInfo. Dalam video itu tampak ada empat perempuan ABG menghajar korban di duga rebutan pacar.

Kemudian korban yang berbaju pink dipukuli perempuan lain berkaos garis-garis lengan panjang sampai menangis minta ampun.

Saat berdiri, korban juga dipukuli teman perempuan yang memakai kaos garis-garis. Pantauan Media Selasa (5/5/2020), pukul 14.46 WIB video itu telah ditonton 59.644 netizen.

“Ampun… ampun, Mbak. Aduh…aduh ..aduh…,” kata korban yang tengah dianiaya pelaku seperti dikutip dari video tersebut. Sampai terjatuh pun, korban terus dipukuli. Dalam posisi terlentang korban ditindih dan dipukuli wajahnya.

“Aduh…aduh, ampun, Mbak…,” kata korban sembari menangis minta ampun ke pelaku.

Jeritan korban kesakitan, tidak membuat pelaku berhenti melakukan penganiayaan malah kian menjadi. Pelaku berdiri kemudian menarik korban untuk ikut berdiri, beberapa kali korban nampak ditampar.

“Tangi! Tangi! Pak ngakali wong lanang meneh ura? (Bangun, bangun, mau memperdayai seorang laki-laki lagi tidak?),” kata pelaku sembari menampar korban.

Tidak menunggu lama, teman lainnya yang menggunakan kaos warna putih bergaris, yang semula diam tiba-tiba menampar dari arah belakang korban. Video tersebut diberi tagar perundungan dan diberi keterangan soal dugaan merebut pacar orang.

‘Seorang wanita di hajar, diduga gara-gara merebut lelaki atau pacar dari cewe yang menghajar tersebut. Lokasi Di Daerah Bantaran Klego, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan,’ tulis akun tersebut. (Mit/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed