METROPOS.ID, BATANG – Bupati Batang, Wihaji mengungkapkan, sebanyak 24 tenaga medis di sebuah RS swasta di Batang positif COVID -19 dari hasil rapid tes.
“Setelah dilakukan tes swab, 24 tenaga medis tersebut 10 hasil nya sudah keluar, 3 orang tenaga perawat positif dan 7 orang negatif,” kata Wihaji saat konferensi pers di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID -19, Rabu (6/5/2020) siang.
Bupati meminta kepada 7 orang yang dinyatakan negatif tersebut untuk dilakukan pemeriksaan ulang tes swab sampai 3 kali.
“Saya minta 7 tenaga medis yang negatif tetap jalani isolasi dan diulang tes swab nya sampai 3 kali, biar benar – benar jelas hasilnya,” pintanya.
Dari 3 tenaga medis yang terpapar COVID -19 dengan kategori orang tanpa gejala (OTG), berasal dari Kec. Bawang, Banyuputih dan Kec. Kandeman.
“Oleh karena itu, mulai hari ini sudah kita mulai tracking dan sudah kita nyatakan 6 kecamatan masuk dalam zona merah, yang sebelumnya sudah masuk dulu Kec. Batang, Tulis, dan Limpung,” tegasnya.
Wihaji menghimbau agar masyarakat mematuhi apa yang menjadi himbauan pemerintah.
“Kalau rakyatnya membandel tidak mengikuti protokol kesehatan, tenaga medis dan rumah sakitnya kewalahan,” tutup Wihaji.
Adapun kasus COVID -19 di Kab. Batang diantaranya orang dalam pemantauan (ODP) ada 199 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) positif COVID -19 ada 10 orang. (Mit/Red).











Komentar