METROPOS.ID, BLORA – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) sukses laksanakan Tausiyah Online secara live streaming, Sabtu (16/5/2020) lalu. Diikuti oleh seluruh pegawai PPSDM Migas, Dharma wanita dan keluarga serta seluruh lapisan elemen masyarakat. Islam Rahmatan Lil Alamin Raih Sukses Dunia Akhirat, menjadi tema Tausiyah yang disampaikan oleh KH. Suwarto Abbas.
Dalam keterengan tertulis yang diterima Metropos.id, pada Jumat (22/5/2020), disebutkan, selama 2 jam, mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan 11.00 WIB, peserta hikmat menyimak materi yang disampaikan pada tausiyah tersebut.
Pelaksana Humas PPSDM Migas Cepu, Nurchalim, berkesempatan menjadi moderator dalam acara tauisyah ini, menjelaskan, bahwa acara dimulai dengan sambutan oleh Kepala PPSDM Migas, kemudian dilanjutkan acara inti yaitu pemberian tausiyah oleh KH. Suwarto Abbas dan selanjutnya sesi tanya jawab yang terbagi menjadi dua sesi, kemudia ditutup dengan doa.
Suwarto, dalam tausiyahnya diawali dengan penyampaian cuplikan ayat suci al Qur’an yang menjelaskan tentang puasa. Dalam ayat tersebut, dijelaskan, bahwa tujuan berpuasa adalah untuk menjadi orang – orang yang bertaqwa.
Menurutnya, di dalam Al Qur’an, ada 3 bahasa yang menjelaskan tentang manusia yang sangat fundamental. Pertama, Al Basyr yaitu makhluk Allah yang mempunyai kebutuhan pokok seperti makan dan minum. Kedua, An Naas yang bermakna bahwa manusia itu adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Sedangkan yang terakhir adalah Al Insan, yaitu manusia sebagai ciptaan Allah yang selain mempunyai kebutuhan pokok makan dan minum dan berkebutuhan sosial, juga mempunyai kebutuhan rohani.
“Manusia itu berkecenderungan untuk melakukan kesalahan. Tetapi pada akhirnya selalu menginginkan untuk kembali kepada Allah, menjadi bersih dan suci kembali salah satu caranya adalah menahan lapar dan haus. Yakni menjalankan puasa dengan tujuan menjadi manusia yang bertaqwa kepada Allah SWT,” jelas Suwarto.
Lebih lanjut, Suwarto menjelaskan, bahwa ciri – ciri manusia yang bertaqwa menurut Ali Bin Abi Thalib terbagi menjadi 4 golongan. Yaitu, pertama adalah Al Khoufu yaitu manusia yang takut kepada Allah. Kemudian kedua Al A’malu Bit Tanzil, yaitu manusia yang mengamalkan apa yang di turunkan oleh Allah berupa Al Qur’an dan Hadist. Selanjutnya adalah Arridho Bil Qolil, yakni manusia yang ikhlas dan rela atas ketentuan Allah SWT.
“Dan terakhir adalah Al Istidadu Liyaumiinir Rohiil, yaitu manusia yang mempersiapkan diri menuju yaumil akhir menuju Allah dengan penuh ketaqwaan,” ucapnya. (Sam/Red).











Komentar